(Puisi) Jalan

Jarak perjalanan tak ada yang tahu
Namun pertanggung jawaban suatu kepastian
Semua orang pasti mati, semuanya tahu
Sedangkan kesadaran berbuat, perkara yang rumit

Air sungai berjalan turuti aliran
Pencari kebenaran pasti dapatkan kebenaran
Pencari kesesatan pasti dapatkan kesesatan
Dan orang yang merasa santai dari perintah pastilah sudah sesat
Begitu pula yang biasa saja dengan dosa, hati sudahlah mati

Jalan, semua tahu. Pasti bercabang
Carilah surga niscaya kau kan dapatkan
Sertakan niat ikhlas pasti hanya untuk Alloh

Semarang 19 maret ’13

Advertisements

(Puisi)Mati

Mati
Saat yang datang pasti
Tak ada yang menanti
Apa masih ada hati ?

Datang tiba tiba
Terkadang terurai alamat
Camat harus sigap
Catimat harus kumpulkan pundi sabar

Tak kenal usia
Pasti, mati semua
Libas fatamorgana
Kehidupan adalah usia

(Camat = Calon Mati, Catimat = Calon diTinggal Mati)

Tidur

Tidur,
Cengkeraman hangatmu melalaikanku dari heningnya malam
Buaian mimpimu jauhkanku dari munajat Robb-ku.

Tidur,
Malam indah, mimpi susuri suatu cerita indah, namun…
Seketika terbangun dan tertidur Kembali.
Diluar dingin… Selalu meringkuk…

Tidur,
Pagi menjelang,
Bangun susah aku,
Bukan,
Tapi bisikan itu….

Malam

Sebagaimana hari hari,
Ada siang ada malam.
Manusia pun satu tersinar,
Namun yang lain. Meski mentari menyeruakkan cahya-nya, mendung menghalang. Tak berguna cahaya.

Hati, aku takut…
Tahukah? Hati ada ditangan-Nya?
Mungkin sekarang masih bersih.
1 detik yang akan datang?

Tak kusalahkan. Karna memang inilah hikmah. Ada terang ada gelap. Tak perlu ciut. Dengan bijak, teruslah berjalan. Karena pengorbanan ada ditiap langkah.

Kebajikan, dengan tulus, kau takkan takut. Karena pendahulumu adalah teladan, dan surga merupakan ganjaran, bila benar niatan, serta cocok amalan.

Nasehat

Bismillah,

Alangkah indahnya kehidupan,
Alangkah indahnya waktu,
Alangkah bermanfaatnya nafas,
Ketika saling memberi nasehat.

Bukankah mereka itu laiknya tiang bangunan? Menguatkan yang satu dengan lainnya.
Bukankah mereka itu terlepas dari al khusroon? Sebagaimana surat al asr?

Sebaliknya, alangkah suramnya kehidupan maupun waktu, dan jauhnya nafas dari manfaat, bahkan berbuah kesengsaraan, dunia, apalagi akherat, bila hidup tanpa nasehat?

Posted by Wordmobi

Dosa

Bismillah,

Suatu hari, Abdulloh bin Abbas memberikan nasehat kepada orang orang. Beliau berkata :

Wahai orang yang bergelimang dosa, janganlah engkau aman dari akibat perbuatan dosamu, dan ketahuilah bahwa perkara yang mengikuti dosa itu lebih besar dari dosa itu sendiri.

Maka sesungguhnya tiada rasa malumu dari orang yang ada di kananmu dan kirimu sedangkan kamu melakukan dosa, tidak dapat mengangkat dosamu.

Maka sesungguhnya tertawamu tentang dosamu, sedangkan kamu gak ngerti apa yang Alloh lakukan kepadamu, lebih besar dari dosa.
Continue reading

(Puisi) Buram

Mataku tak dapat melihatnya,

Sedangkan fikirku menerawang buramnya.

Dan hatiku merasa perihnya.

Benar,

Saat ini ku tak dapat melihatnya.

Fikirku menerawangnya.

Rasaku rindu, menusuk sakit.

Jauh jarak memisah.

Rasa itu masih ada.

Terluka, tak bisa menutup.

Dan terus menerawang,

Di kabut buram,

Rindu

kereta ekonomi = bus patas ?! (sebuah puisi)

Menarik, tubuhmu ramping, corak serta warna cantik.
Kakiku tergerak melangkah. Santai tapi pasti. Aku tahu. Dadaku telah bergemuruh.
Pelan pelan ku menaik. Celah kecil ku lewat.
Aku tertarik. Gombalan lidahmu menjerumuskanku. Aku capai sendiri. Terlintas, langit begitu cerah.
Kini, tak lagi patas itu patas. Bus hijau kini bagai ekonomi. Kernet kernet bilang, semarang duduk. Tapi?!
Ac. Hanya ac yang membeda. Berkali kali aku bilang. Tak lagi seperti dulu. Bahkan apakah akan menjadi bak kereta ekonomi dulu?!