Cinta Alloh

Bismillah,

“Bukanlah urusanmu untuk mencintai Alloh, Akan tetapi urusannya adalah bagaimana agar Alloh mencintai kamu. Karena sesungguhnya, yang menyatakan cinta Alloh banyak, namun sedikit dari mereka yang dicintai Alloh”

Berapa banyak yang menyatakan bahwa dia cinta kepada seseorang, namun orang tersebut hanya cinta sama satu orang.

Menyatakan cinta memang mudah. Namun mengerjakan konsekuensinya adalah berat. “Sesungguhnya orang yang mencintai, terhadap orang yang dicintai, sangat mentaati”

Mencintai Alloh berarti memenuhi hak-hakNya, menjauhi hal-hal yang Dia benci. Meng-esakanNya dalam ibadah, tidak memalingkan kepada satu makhluk-pun. Hanya Dialah Alloh, Dzat yang maha Esa.

Mencintai Alloh berarti menetapkan sifat sifat Alloh yang Alloh dan RosulNya tetapkan secara dzohirnya, sebagaimana kita tetapkan bahwa “Alloh itu Ada” karena sifat adalah cabang dari sesuatu yang ada. Bersamaan dengan itu, kita juga mensucikanNya dari penyerupaan terhadap makhluk. Karena Alloh berfirman (ليس كمثله شيئ وهو السميع البصير) maka Alloh mensucikan DzatNya dari penyerupaan sekaligus menetapkan sifat As Samii’ dan Al Bashiir.

Mencintai Alloh berarti mentaati RosulNya -Shollallohu ‘alaihi wasallam-. Tidak melebihkannya dari kadar yang telah Alloh tetapkan baginya. Yakni, hamba dan rosulNya. Hamba berarti tidak menyembahnya. Rosul berarti mentaatinya. Sesungguhnya cinta Nabi adalah cinta Alloh.

Advertisements

Nasehat Nasehat

Bismillah,

Ingat tujuan hidup dan tempat kembali. Renungilah tentang balasan yang kita perbuat.

Kematian, pasti tiba. Maka lihatlah bekalmu. Sudah mencukupi atau belum.
Ketahuilah, nikmat mata, amalan seumur hidup tak akan dapat mengimbanginya.
Continue reading

Malam

Sebagaimana hari hari,
Ada siang ada malam.
Manusia pun satu tersinar,
Namun yang lain. Meski mentari menyeruakkan cahya-nya, mendung menghalang. Tak berguna cahaya.

Hati, aku takut…
Tahukah? Hati ada ditangan-Nya?
Mungkin sekarang masih bersih.
1 detik yang akan datang?

Tak kusalahkan. Karna memang inilah hikmah. Ada terang ada gelap. Tak perlu ciut. Dengan bijak, teruslah berjalan. Karena pengorbanan ada ditiap langkah.

Kebajikan, dengan tulus, kau takkan takut. Karena pendahulumu adalah teladan, dan surga merupakan ganjaran, bila benar niatan, serta cocok amalan.

Nasehat

Bismillah,

Alangkah indahnya kehidupan,
Alangkah indahnya waktu,
Alangkah bermanfaatnya nafas,
Ketika saling memberi nasehat.

Bukankah mereka itu laiknya tiang bangunan? Menguatkan yang satu dengan lainnya.
Bukankah mereka itu terlepas dari al khusroon? Sebagaimana surat al asr?

Sebaliknya, alangkah suramnya kehidupan maupun waktu, dan jauhnya nafas dari manfaat, bahkan berbuah kesengsaraan, dunia, apalagi akherat, bila hidup tanpa nasehat?

Posted by Wordmobi

Live Only Once, Bersenang senangah !!

Bismillah,

 

Sepertinya kita pernah denger kalimat seperti yang ada di judul ini. Bukan berarti aku mengajak untuk bersenang senang semau kita karena kehidupan di dunia ini cuman sekali. Tapi, semoga ini menjadi tanbih bagiku dahulu kemudian kalian, bahwasannya bersenang senang itu tempatnya di kehidupan yang tidak ada kematian lagi di dalamnya. Inilah tujuan kita hidup di dunia. Cita cita kita. Yaitu, akherat yang penuh dengan kenikmatan. Karena, akhir yang tak ada batasnya nanti hanya ada dua, kenikmatan yang bertubi tubi tiada habisnya, atau kesengsaraan yang benar benar menyengsarakan.

 

Oleh karena itu, pertanyaan kita, bukankah untuk mendapatkan tujuan kita harus bersusah susah dahulu? Bukankah peribahasa mengatakan “Berakit rakit kehulu, berenang renang kemudian” ?

 

Akherat di hiasi dengan perkara perkara yang jiwa tidak menyukainya. Sedangkan neraka di hiasi dengan perkara perkara yang jiwa dan syahwat menyukainya. Kita dapat melihat, kemaksiatan semua orang meminatinya kecuali yang Alloh beri rahmat kepadanya. Lalu ketaatan banyak orang yang memurkainya. Perkara yang maklum.

 

Semoga Alloh meluruskan kita semua.

[Faedah] Murojaah Bro !!

Ustadzuna Abu Ibrohim Soleh sering nasehatin kita dalam majlisnya :

“Ya ikhwah, murojaahnya…… A’udzubillah min syarrikum…. Murojaah itu, seperti ketika kalian di es de atau es em pe dulu. Guru kalian bilang “kalau malam disiapin pelajarannya, jangan lupa diulang ulang”. Kalau itu adalah pelajaran umum macam PKn atau IPS, lalu bagaimana dengan pelajaran yang menyangkut keselamatan dunia akherat kita ??”

“Murojaah itu semua pelajaran. Meski hanya di baca lewat. Syukur syukur kalau sampai di renungi dan di fahami”

“Bersyukurlah kalian karena masih dibiayai dengan penuh oleh orang tua orang tua kalian untuk belajar. Bersyukurlah kalian karena masih di dukung oleh orang tua kalian”

Pernah juga beliau berkata :

“Antum ketika disini malas malasan, sama saja kalian mendurhakai mereka. Antum disini diamanahi untuk belajar. Bukankah sama dengan ketka antum disuruh mereka untuk suatu keperluan antum menolaknya dengan keadaan kalian? Bedanya adalah, ketika kalian disini, kalian tidak secara langsung menolak”

“Kalian akan menyesal besok kalau sudah dewasa kalau begini terus. Sudah bertahun tahun ngaji tidak dapet apa apa”

 

Abu Abdirrohman , Misykatul Atsar

 

(Nasehat Singkat) Dan Mereka Mengira Bahwa Mereka Melakukan Kebaikan

Sebuah sindiran dari seorang penyair :
============================
Banyak orang yang menjauhi perkara perkara yang tidk membahayakan
Tapi mereka aman dari perkara yang tidak dapat menyelamatkan dari marabahaya
============================
Berapa banyak mereka menjauhi sunnah, yang dengannya kita bisa selamat dunia akherat ? Dan berapa banyak pula mereka mengikuti akal dan hawa nafsu, sehingga tak ada mara bahayapun yang dapat di tangkal dengannya? Bahkan merasa aman dan merasa benar?
Semoga Alloh menjauhkan kita yang demikian itu.
Tahukah yang seperti ini lebih sangat dekat dengan yang di firmankan oleh Alloh dalam surat Al Kahfi :
(Dan mereka mengira bahwa mereka melakukan kebaikan)

(Nasehat) Terus Semangat !!

Bismillah,

Ini adalah nasehat untuk aku pribadi khususnya, kemudian untuk kawan kawan seperjuangan dalam menuntut ilmu meski berbeda tempat, dan untuk kalian wahai para pembaca secara umum.

Teruslah semangat wahai para penuntut ilmu dalam belajar, mengamalkan, serta mengajarkan ilmu. Juga teruslah bersabar dalam menghadapi cobaannya. Karena selain mereka yang tersifati dengan 4 sifat tersebut, mereka adalah orang orang yang merugi. Alloh berfirman pada surat al ‘asr:
و العصر إن الإنسان لفي خسر الا الذين امنوا و عملوا الصالحات وتواصوبالحق وتواصوابا الصبر
Demi masa, Sesungguhnya manusia berada pada kesengsaraan. Kecuali, mereka orang orang yang beriman dan mengerjakan amalan amalan sholih dan mereka yang saling berwasiat dalam kebenaran juga mereka yang berwasiat dalam kesabaran.
Sesungguhnya musuh musuh islam terus berusaha mengalahkanmu, mencari celah untuk menghancurkan islam. Menipu daya para penganutnya. Alloh berfirman dalam surat An Nisa’ :
ودالذين كفروا لو تغفلون عن أسلحتكم و أمتعتكم فيميلون عليكم ميلة واحدة
Orang orang kafir menyukai kalau kalian itu lalai dari senjata senjata kalian dan barang barang kalian, lalu menyerbu kalian sekaligus.
Maka persiapkanlah senjata kalian berupa ilmu ilmu yang berasaskan AL QUR’AN dan AS SUNNAH. Bepegang teguhlah dengannya, juga sebarkanlah. Bukan ilmu yang berasaskan filsafat orang orang barat yang banyak menyesatkan kaum muslimin. Bukan ilmu yang mendahulukan akal di banding nash Al Qur’an dan Al Hadits yang shohih.
Janganlah kalian melemah. Ketika kalian capai mereka juga capai. Akan tetapi kalian mengharap apa yang tiada mereka harap. Alloh berfirman di surat An Nisa :
ولا تهنو في ابتغاء القوم إن تكونوا تألمون فإنهم يألمون كما تألمون وترجن من الله ما لا يرجون
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu merasa sakit maka mereka juga merasa sakit sebagaimana yang kamu rasakan. Dan kalian mengharap dari Alloh yang tidak mereka harapkan.
Kalian harapkan ganjaran yang berlipat serta surgaNya, mereka harapkan kehancuran kalian dan dunia mereka.
Alangkah rendahnya harapan mereka. Mereka kelak akan mendapatkan balasan apa yang mereka perbuat. Berupa adzab yang pedih dari Alloh di akherat kelak.
Alangkah tingginya harapan kalian. Kalian akan dapatkan balasan apa yang kalian perbuat. Berupa ganjaran pahala dan surga Alloh yang penuh dengan kenikmatan. Kenikmatan yang mata belum pernah melihatnya. Kenikmatan yang telinga belum pernah mendengarnya. Kenikmatan yang belum pernah terlintas di hati manusia. Alloh berfirman di surat Al Zalzalah :
فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
maka Barang siapa yang beramal kebaikan sebesar dzarroh Alloh akan melihatnya. Dan barang siapa yang beramal kejelekan sebesar dzarroh maka Alloh akan melihatnya
Dzarroh = Semut yang kecil

Alloh juga berfirman di surat An Nisa’ :

إن الله لا يظلم مثقال ذرة وإن تك حسنة يضاعفها و يؤت من لدنه أجرا عظيما
Sesungguhnya Alloh tidak berbuat dzolim meskipun hanya seberat dzarroh. Dan bila amalan tersebut berupa kebaikan maka Alloh akan melipat gandakan amalan tersebut dan Alloh akan memberikan dari sisiNya pahala yang besar

Kawan, Sungguh berat jalan ini. Pikullah dengan senang hati dan haraplah wajah Alloh yang Maha Mengetahui tujuan kita. Jangan sampai kita di campakkan kedalam neraka setelah kita bersusah payah di dunia ini disebabkan niat kita. Sebagaimana Nabi sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih ceritakan tentang 3 manusia yang beramal kebaikan akan tetapi di campakkan kedalam neraka dan hadits di shohih muslim. Salah satunya adalah orang yang memiliki ilmu. Ketika Alloh bertanya kepadanya “untuk apa kamu memiliki ilmu?” maka dia menjawab “Untuk Engkau untuk mengharap wajahMu” . Akan tetapi apa jawabannya ? Apakah Alloh akan memberikan surga kepadanya karena dia memiliki ilmu ? Tidak, akan tetapi Alloh berfirman “Dusta kamu !!” Maka dicampakkan ia ke neraka. Wal ‘iyadzu billah.

Zaman Dicelanya Pemegang Sunnah

قال سهل بن عبد الله : عليكم با ﻷثر والسنة, فإني أخاف أنه سيأتي عن قليل زمن إذا ذكر إنسان النبي والإقتداء به في جميع أعماله ذموه و نفروا عنه و تبرؤوا منه أذلّوا وأهانوا

فقد وقع كما قال والله المستعان !
من على السنة مهتمون !

Berkata Sahl bin Abdillah : Wajib bagi kalian untuk berpegang dengan Atsar dan juga Sunnah. Maka Sesungguhnya aku takut, sebentar lagi akan datang suatu zaman, bila seorang menyebut Nabi dan mengikutinya di seluruh amalannya, mereka mencelanya. Mereka melarikan manusa darinya. mereka berlepas diri darinya. Mereka juga merendahkannya.

Hanya Allohlah tempat meminta pertolongan. Sungguh telah terjadi di masa sekarang ini, orang yang berada diatas sunnah di tuduh yang enggak enggak….

(Perkataan Sahl bin Abdillah, bisa di lihat di fathul majid pada pembahasan firman Alloh surat Al An’am 151-153)