Berat

Dikatakan “Barang siapa yang gak tahu pahala suatu amalan, maka amalan tersebut terasa berat baginya“. Tentu, ini sangat benar adanya. Berapa banyak amalan yang besar pahalanya mudah melakukannya namun bagi org tersebut susah, berat, apa gunanya? Namun kalau saja dia tahu apa yang Alloh simpan untuknya maka dia akan berusaha untuk mendapatkannya meskipun harus berdesak desakan. Jangan balikkan pandangan, perkara dunyawi dijadikan prioritas sedangkan ukhrowi sambilan. Hati sangat mudah goyah. Terciptakan untuk merengkuh kenikmatan yang terlihat. Dan melupakan kenikmatan yang abadi.

(Motivasi) Lagi Malas ??

Bismillah,

Kalian lagi malas? Patah semangat? Sedang loyo? Sedang tidak mood? Atau apalah yang semisalnya. Tau nggak kalau semangat itu seperti api. Yang akan terus memanasi suasana. Kemudian meludeskan rintangan rintangan yang ada. Apalagi kalau di barengi dengan suasana yang KLOP, hingga jadi bertambah kuatlah arus apinya. Untuk mengarungi kehidupan, dan menghanguskan rintangan.

Continue reading

[Faedah] Pengumpul 3 keutamaan, Penuntut Ilmu

Maka, tidak bisa di pungkiri lagi, hal ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang meniatkan belajarnya hanya untuk Alloh saja, dan mengikuti RosulNya sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih, serta mengangkat kebodohan dari dirnya serta orang lain. Karena belajar adalah ibadah, dan tidaklah ibadah di terima melainkan dengan ke ikhlasan dan kecocokan dengan apa yang ada pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Bismillah,

Di shohih muslim (1631) , Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda : “Bila anak Adam meninggal, maka terputuslah darinya seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara : Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang berdoa untuknya”

“Maka, bila seorang ‘Alim (yang mempunyai ilmu, pen)) mengajarkan kepada orang yang akan tegak dengannya (Penuntut ilmu, pen) setelahnya, maka dia telah mewariskan ilmu yang bermanfaat serta sedekah jariyah …. Dan orang orang yang di ajari, seperti anak anak mereka yang mendoakan kebaikan bagi mereka. Oleh karena itu, berkumpullah 3 hal ini pada orang tersebut, dengan mewariskan ilmu tersebut”, kata Ibnu Rojab Al Hanbaly menjelaskan hadits tersebut di risalahnya yang berjudul warotsatul anbiya syarh hadits abi ad darda (warisan para nabi, syarah hadits abu darda)

Maka, tidak bisa di pungkiri lagi, hal ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang meniatkan belajarnya hanya untuk Alloh saja, dan mengikuti RosulNya sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih, serta mengangkat kebodohan dari dirnya serta orang lain. Karena belajar adalah ibadah, dan tidaklah ibadah di terima melainkan dengan ke ikhlasan dan kecocokan dengan apa yang ada pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Inilah yang dilakukan oleh para nabi dan juga penggantinya setelah mereka meninggal. Lihatlah nama mereka masih dikenang sedangkan jasad mereka sudah tiada. Doa doa mengalir, dari lisan lisan penuntut ilmu. Dan manfaat yang banyak telah mereka tinggalkan bagi kita semua.

Maka, alasan apa lagi untuk malas dari menuntutnya. Penuntut ilmu mendapatkan 3 keutamaan sekaligus ketika dia sudah tiada. Akan tetapi, malas itu ada karena tidak ada dorongan dari dirinya untuk melakukan hal tersebut, lalai dari apa yang di janjikan oleh Alloh baginya. Bila tidak, maka tidak ada alasan lagi untuk bermalasan.

Ya Alloh, tidak ada yang melemahkan hambaMu dari melakukan perjalanan untuk mendapat ridlomu melainkan setan, baik dari golongan jin dan manusia, maka, kuatkanlah hamba yang lemah ini untuk berjalan, dan mereka yang juga menempuh jalan tersebut. Aamiin

(Nasehat) Terus Semangat !!

Bismillah,

Ini adalah nasehat untuk aku pribadi khususnya, kemudian untuk kawan kawan seperjuangan dalam menuntut ilmu meski berbeda tempat, dan untuk kalian wahai para pembaca secara umum.

Teruslah semangat wahai para penuntut ilmu dalam belajar, mengamalkan, serta mengajarkan ilmu. Juga teruslah bersabar dalam menghadapi cobaannya. Karena selain mereka yang tersifati dengan 4 sifat tersebut, mereka adalah orang orang yang merugi. Alloh berfirman pada surat al ‘asr:
و العصر إن الإنسان لفي خسر الا الذين امنوا و عملوا الصالحات وتواصوبالحق وتواصوابا الصبر
Demi masa, Sesungguhnya manusia berada pada kesengsaraan. Kecuali, mereka orang orang yang beriman dan mengerjakan amalan amalan sholih dan mereka yang saling berwasiat dalam kebenaran juga mereka yang berwasiat dalam kesabaran.
Sesungguhnya musuh musuh islam terus berusaha mengalahkanmu, mencari celah untuk menghancurkan islam. Menipu daya para penganutnya. Alloh berfirman dalam surat An Nisa’ :
ودالذين كفروا لو تغفلون عن أسلحتكم و أمتعتكم فيميلون عليكم ميلة واحدة
Orang orang kafir menyukai kalau kalian itu lalai dari senjata senjata kalian dan barang barang kalian, lalu menyerbu kalian sekaligus.
Maka persiapkanlah senjata kalian berupa ilmu ilmu yang berasaskan AL QUR’AN dan AS SUNNAH. Bepegang teguhlah dengannya, juga sebarkanlah. Bukan ilmu yang berasaskan filsafat orang orang barat yang banyak menyesatkan kaum muslimin. Bukan ilmu yang mendahulukan akal di banding nash Al Qur’an dan Al Hadits yang shohih.
Janganlah kalian melemah. Ketika kalian capai mereka juga capai. Akan tetapi kalian mengharap apa yang tiada mereka harap. Alloh berfirman di surat An Nisa :
ولا تهنو في ابتغاء القوم إن تكونوا تألمون فإنهم يألمون كما تألمون وترجن من الله ما لا يرجون
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu merasa sakit maka mereka juga merasa sakit sebagaimana yang kamu rasakan. Dan kalian mengharap dari Alloh yang tidak mereka harapkan.
Kalian harapkan ganjaran yang berlipat serta surgaNya, mereka harapkan kehancuran kalian dan dunia mereka.
Alangkah rendahnya harapan mereka. Mereka kelak akan mendapatkan balasan apa yang mereka perbuat. Berupa adzab yang pedih dari Alloh di akherat kelak.
Alangkah tingginya harapan kalian. Kalian akan dapatkan balasan apa yang kalian perbuat. Berupa ganjaran pahala dan surga Alloh yang penuh dengan kenikmatan. Kenikmatan yang mata belum pernah melihatnya. Kenikmatan yang telinga belum pernah mendengarnya. Kenikmatan yang belum pernah terlintas di hati manusia. Alloh berfirman di surat Al Zalzalah :
فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
maka Barang siapa yang beramal kebaikan sebesar dzarroh Alloh akan melihatnya. Dan barang siapa yang beramal kejelekan sebesar dzarroh maka Alloh akan melihatnya
Dzarroh = Semut yang kecil

Alloh juga berfirman di surat An Nisa’ :

إن الله لا يظلم مثقال ذرة وإن تك حسنة يضاعفها و يؤت من لدنه أجرا عظيما
Sesungguhnya Alloh tidak berbuat dzolim meskipun hanya seberat dzarroh. Dan bila amalan tersebut berupa kebaikan maka Alloh akan melipat gandakan amalan tersebut dan Alloh akan memberikan dari sisiNya pahala yang besar

Kawan, Sungguh berat jalan ini. Pikullah dengan senang hati dan haraplah wajah Alloh yang Maha Mengetahui tujuan kita. Jangan sampai kita di campakkan kedalam neraka setelah kita bersusah payah di dunia ini disebabkan niat kita. Sebagaimana Nabi sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih ceritakan tentang 3 manusia yang beramal kebaikan akan tetapi di campakkan kedalam neraka dan hadits di shohih muslim. Salah satunya adalah orang yang memiliki ilmu. Ketika Alloh bertanya kepadanya “untuk apa kamu memiliki ilmu?” maka dia menjawab “Untuk Engkau untuk mengharap wajahMu” . Akan tetapi apa jawabannya ? Apakah Alloh akan memberikan surga kepadanya karena dia memiliki ilmu ? Tidak, akan tetapi Alloh berfirman “Dusta kamu !!” Maka dicampakkan ia ke neraka. Wal ‘iyadzu billah.

Seorang Sedang di Landa Futur, Tolonglah Dia !

Bismillah,
Sebuah nikmat yang semoga selalu tercurah kepada kita, nikmat sehat dan islam, iman serta kekuatan untuk mempelajari dan juga mengamalkan agamaNya.
Kadang, seorang ada pada fase diamana dia sangat bersemangat untuk mengamalkannya. Dia akan merasa mudah, menikmati, dan ingin terus menambah. Trafiknya naik.
Kemudian, saat yang lain, dia sangaat malas. Malas. Malas. Malas. Ga ingin melaksanakan yang pada waktu itu dia semangat sekali. Sampai sampai ketika waktu sudah berada di ujung, dia merasa terkalahkan. Daaan….
Penyesalan kemudan setelah dia kembali. Atau ketika semangat itu belum kembal telah ada kata penyesalan itu.
Kawan, tolonglah dia dengan semangat mu. Nasehat, dan doamu. Semoga ia kembali ke sedia kala.
Aaamiiin

(Tips)3 Tips Hilangin Malas Belajar

Bismillah,
Pernahkah kawan merasakan malas? Bosan? Capai? Tak ada gairah? Dalam belajar? Yah, ini sudah umum, bahwa tiada orang yang terlepas dari perkara ini. Lalu?
Beberapa waktu lalu aku sudah terangkan beberapa senjata untuk menghilangkan hal tersebut. Namun, tak apa kan aku tuliskan lagi? Mungkin hampir sama. Tapi tak apa lah.
-Tips berikut ini aku sadur dari كتاب العلم karya Syaikh Muhammad bin Sholih bin Utsaimin hal 78 maktabah nurul huda-
Karena malas, tidak ada gairah itu merupakan musibah terbesar bagi pembelajar (penuntut ilmu-pen), maka perhatikan tips2 berikut. Sem0ga ini bermanfaat dan menjadi pahala bagi penulis, pembaca, dan yang mengamalkannya.
Tips pertama : Ikhlaskan niatmu dalam belajar hanya untuk Alloh. Karena ketika kita tahu kalau dalam belajar kita di beri pahala oleh Alloh, kita akan bersemangat dan tambah semangat.
Tips kedua : Bertemanlah dengan teman yang menyemangatimu dalam belajar dan membantumu. Jangan kamu bosan dengan mereka. Selama mereka masih men0l0ngmu dalam belajar.
Tips ketiga : Bersabarlah. Cegahlah dirimu ketika mau berpaling dari belajar. Ketika kamu biasakan bersabar kamu akan selalu bersemangat, dan hari harimu yang kamu tinggalkan itu merupakan hari terlama yang pernah kamu tinggalin…

Semangatlah kawan, ilmu itu banyak dan panjang jalannya. Sedangkan umur kita, masa aktif di dunia ini sangatlah pendek dan tak akan kembali. Pantaskah kita menyianyiakannya?

Sebuah lemas

Bismillah,

Ada kala manusia punya semangat untuk melakuan sesuatu, ada kala disisi lain ia lemah. Begitu juga iman, kadang naik, serta kadang turun.

 

Bahagia orang yang dapat melaksanakan dikala lemahnya itu sesuatu yang tak di benci, dan bahkan yang di anjurkan. Dan kecelakaan bagi mereka yang melakukan kebalikannya.

Hemt, mungkin kali ini aku juga lagi lemas, capai dan malas. Mungkin karena takut atau apa. Tapi mungkin karena dosa yang aku lakukan setiap harinya. Ibnul Qoyyim telah menyebutkan di Ad Da’ Wa Ad Dawa’nya, tentang atsar (bekas) dari kemaksiatan, adalah mematikan semangat.

Mungkin ini kawan, sedikit yang kurasa. Semoga yang malas segera terhibur.

Saya mau melakukan perjalanan kembali, pulangg menuju solo