Akibat Nafsu

Bismillah,

Hawa nafsu adalah senjata kedua setan untuk membujuk rayu bani adam setelah syubhat.

Orang yang mengikuti hawa tak lepas dari dua keadaan. Keduanya tidak ada yang mending

Yang pertama, membutakan mata hati. Hingga dia melihat yang haq(benar) bathil(salah). Dan sebaliknya.

Yang kedua-pun tak kalah parah, dia tau itu haq, tapi meninggalkannya karena ikut ikut hawa nafsu.

Ya Alloh, hidayah ada di tangan-Mu, Engkau berikan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau tahan dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Dengan rahmat-Mu ya Alloh, jadikanlah kami termasuk dari orang orang yang beruntun. Aamiin.

Refrensi : Taisir Karim Ar Rohman, An Nisa 135

Posted by Wordmobi

Advertisements

Faedah Tafsir firman Alloh : والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

Alloh berfirman :

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

Dan orang orang yang berjihad di jalan kami, maka kami akan tunjukkan kepada mereka jalan jalan kami.

Di ayat ini, Alloh membarengkan hidayah dengan jihad. Oleh karena itu, orang yang paling sempurna hidayahnya adalah orang yang paling besar jihadnya. Dan Alloh mewajibkan jihad, yaitu jihad melawan diri sendiri, jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan, dan jihad melawan dunia. Maka barang siapa yang berjihad melawan empat hal tersebut maka Alloh memberikan hidayah kepadanya berupa jalan jalan keridloaanNya yang menyampaikannya ke surgaNya. Sebaliknya, barang siapa yang meninggalkan jihad ini, maka dia kehilangan hidayah sebanyak yang ia tinggalkan dari jihad tersebut.

Al Junaid berkata : Dan orang orang yang berjihad melawan hawa nafsu mereka di jalan kami dengan taubat, maka kami akan memberikan hidayah kepadanya berupa jalan jalan keikhlasan, dan seorang tidak akan mampu berjihad melawan musuhnya yang mata dapat melihatnya melainkan orang itu mampu berjihad melawan musuh musuh yang terselubung ini. Barang siapa yang ditolong untuk melawan musuhnya yang batin maka ia akan ditolong melawan musuhnya yang nyata. Dan barang siapa yang dikalahkan dari musuhnya yang batin maka ia akan dikalahkan dari musuhnya yang nyata.

 

Ibnul Qoyyim-Al Fawaid