Bodoh Sok Pinter

Bismillah,

Sesat. Yah, itu-lah akhir orang yang dak punya ilmu, tapi dengan pe-de-nya ngomong tentang agama. Sebenarnya masih ada satu lagi yang gak kalah bahayanya. Mengikuti hawa nafsu, sebagaimana posting yang lalu.

Padahal, setiap kali solat kita berdoa agar tidak jadi orang yang sesat dan dimurkai. Sesat adalah orang orang Nashrani dan orang orang yang menyerupai mereka, beragama tanpa ilmu. Dimurkai adalah orang orang Yahudi dan orang orang yang serupa dengan mereka, punya ilmu dan tahu yang benar, tapi lebih ikut hawa nafsu.

Di zaman kita ini, sudah buanyaak contoh orang yang menyandarkan dirinya kedalam islam, mengaku tidak berwala’ kepada nashrani dan juga yahudi, namun hakikatnya mereka diri mereka. Bukankah orang yang menyerupai suatu kaum, maka dia dari mereka ??

Inilah ketetapan Alloh yang tidak dapat dihindari. Untuk membedakan mana yang di atas kebenaran dan istiqomah, dan mana yang tegak diatas kebatilan dan memusuhi kebenaran.

Bukan pembolehan. Namun agar waspada. Rosululloh bersabda ((kalian akan BENAR BENAR MENGIKUTI jalan jalan orang orang sebelum kalian, sebulu anak panah sebulu anak panah, hingga bila mereka masuk ke dalam lubang dhobb(biasa diartikan biawak) kalian akan memasukinya)) para sahabat bertanya : Orang yahudi dan nashoro ya Rosulalloh?! Rosululloh bersabda ((Siapa lagi?))

Ya, semakin dekat kiamat, semakin asing kebenaran, semakin merajalela kebatilan. Sok berilmu diantara penyebabnya. Inilah yang banyak menyesatkan manusia sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Dari Abdulloh bin Amr bin Ash, dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Alloh tidak mencabut ilmu dengan sekali hapusan dari dada dada hamba. Akan tetapi Alloh mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Hingga bila sudah tidak ada lagi aalim, manusia mengambil orang orang bodoh. Mereka ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka tersesat dan menyesatkan.

Hati hati berbicara tanpa ilmu. Bisa jadi dosa jariyah. Belajar sebelum berkata. Kita memohon kepada Alloh petunjuk dan kekokohan. Dan menjadi orang yang dapat mengenyam surga, karena keterasingan kebenaran. Aamiin.

Posted by Wordmobi

Advertisements

Setan Sebelum Wafat

Bismillah,

Jangan sampai diri kita aman dari ketergelinciran, kesesatan, kekafiran, meski kita terus mempelajarinya untuk menjauhinya, mempelajari kebalikannya, mendakwahkannya, menasehatkannya. Mintalah selalu ketetapan hati. Ketika lapang maupun sempit. Sehat maupun sehat. Maupun menjelang wafat.

Ketika kita dalam keadaan sehat, mungkin godaan, rayuan untuk melakukan hal tersebut kecil. Namun, ketika maut menjemput, siapa dapat menjamin kita terus tetap di atas agama ini? Padahal, semua dihitung atas akhirnya?!

Ya, inilah diantara kisah ketsabatan para ulama, diatas kebenaran, dimasa menjelang kematiannya. Beliau adalah imam ahlis sunnah wal jama’ah, yang pernah disiksa dalam rangka mempertahankan agamanya ditengah bada fitnah kholqu qur’an (fitnah alqur’an adalah makhluq) padahal, al qur’an adalah kalamulloh, yang Alloh turunkan kepada KholilNya, Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan dari Abdillah, putra imam Ahmad bin Hanbal, ia berkata :
“Menjelang wafat ayahku, aku duduk di sisinya, aku membawa kain lap untuk kupakai mengelap wajahnya yang berkeringat, beliau pingsang, kemudian membuka matanya perlahan dan berkata sambil berisyarat “Tidak, sampai nanti”, beliau lakukan seperti ini dua kali, dan pada kali ketiga, kuberanikan diri bertanya kepadanya “Ayah ada apa ini, ucapanmu menjadi tidak jelas, saat ini engkau nampak berkeringat sampai kami mengira engkau telah tiada, engkau ulangi kata-kata “Tidak, tidak, sampai nanti””, beliau bertanya kepada ku “Anakku, kamu tidak tahu? ” kujawab “Tidak” kemudian kata beliau “Iblis laknatulloh berdiri disampingku, mengarahkan kuku-kukuny padaku dan berkata “Hay Ahmad, ikuti aku” Kukatakan padanya “Tidak, sampai nanti aku mati”””

Sumber Kisah : Pemandangan Sekarat, Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Posted by Wordmobi

(Renungan) Akibat Menyelisih Alloh

Bismillah,

Alloh banyak cerita di dalam Al Qur’an mengenai para umat terdahulu, bagaimana mereka di binasakan. Supaya kaum mukminin dapat mengambil pelajaran dari kisah kisah tersebut. Menjauhi perkara yang menjadikan mereka binasa. Ditenggelamkan. Gempa. Dan lain sebagainya.
Inti dari sebab pembinasaan mereka adalah, Continue reading

Agama Nabi Ibrohim, Mentauhidkan Alloh dan Tidak MenyekutukanNya Sedikitpun

Bismillah,

Tauhid memang sebuah pondasi yang seharusnya di pahami dahulu sebelum amalan yang lainnya. Untuk apa beramal, sedangkan kelak akan sia tanpa bekas dan dihamburkan setelah di perlihatkan?

Tauhid pun merupakan hikmah, mengapa para rosul di utus. Dan hikmah, mengapa Jin dan Manusia seluruhnya di ciptakan. Hikmah, mengapa tidak hanya malaikat saja yang diciptakan, sedangkan mereka selalu taat kepadaNya. Alloh maha mengetahui dan maha bijaksana.

Continue reading