Tidur

Tidur,
Cengkeraman hangatmu melalaikanku dari heningnya malam
Buaian mimpimu jauhkanku dari munajat Robb-ku.

Tidur,
Malam indah, mimpi susuri suatu cerita indah, namun…
Seketika terbangun dan tertidur Kembali.
Diluar dingin… Selalu meringkuk…

Tidur,
Pagi menjelang,
Bangun susah aku,
Bukan,
Tapi bisikan itu….

Advertisements

Nasehat Nasehat

Bismillah,

Ingat tujuan hidup dan tempat kembali. Renungilah tentang balasan yang kita perbuat.

Kematian, pasti tiba. Maka lihatlah bekalmu. Sudah mencukupi atau belum.
Ketahuilah, nikmat mata, amalan seumur hidup tak akan dapat mengimbanginya.
Continue reading

Masih adakah ?

Bismillah,

Jaring jaring begitu menyebar
Dan banyak manusia yang terjebak
Laki lakinya atau perempuannya

Mendengar pernyataan Maryam juga Yusuf Alaihimassalam
Terhenyak melihat kenyataan

Yah
MaryM berkata kepada Jibril ketika mendatanginya
Aku berlindung kepada Ar Rohman darimu bila kamu adalah orang yang bertakwa

Masih adakah yang seperti itu?

Malam

Sebagaimana hari hari,
Ada siang ada malam.
Manusia pun satu tersinar,
Namun yang lain. Meski mentari menyeruakkan cahya-nya, mendung menghalang. Tak berguna cahaya.

Hati, aku takut…
Tahukah? Hati ada ditangan-Nya?
Mungkin sekarang masih bersih.
1 detik yang akan datang?

Tak kusalahkan. Karna memang inilah hikmah. Ada terang ada gelap. Tak perlu ciut. Dengan bijak, teruslah berjalan. Karena pengorbanan ada ditiap langkah.

Kebajikan, dengan tulus, kau takkan takut. Karena pendahulumu adalah teladan, dan surga merupakan ganjaran, bila benar niatan, serta cocok amalan.

Tinggalkanlah…. karena Alloh

Bismillah,

Sedikit renungan bagi aku pribadi, kemudian bagi pembaca sekalian. Terkadang, kita terlampau sulit tuk melepas sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan kita. Meskipun itu perkara yang sangat buruk akibatnya.

Akan tetapi, ingatlah, barangsiapa yang meninggalkan suatu perkara karena Alloh, maka Alloh akan gantikan baginya sesuatu yang lebih baik dari itu.

Pahit ? Memang. Susah. Itu diawal. Yakinlah. Bila memang kita mau meninggalkan itu karena Alloh, benar benar karena Alloh, rasa pahiit itu hanya diawal, pasti akan berbuah manis. Kenapa? Karena Alloh ingin uji, siapa yang jujur ingin mengubah dirinya dengan meninggalkan itu, atau dia adalah pembohong. Bersamaan dengan itu, Alloh maha mengetahui apa yang terlintas dalam hati kita.

Alloh bisa jadi mengubah rasa pahit menjadi manis dengan beberapa cara. Jadi beberapa macam. Dan yang paling mulia adalah kemanisan cintanya Alloh kepada kita, ketenangan hati yang ada pada diri kita, kuatnya hati kita, rajinnya hati, senangnya, serta ridhonya kepada Alloh.

Ingat juga, orang yang terlintas pada hatinya untuk melakukan kejelekan, namun dia memerangi hatinya, maka ini lebih utama dibanding orang orang yang tidak terlintas kepadanya perkara itu. Sebagaimana permasalahan yang ditanyakan kepada Umar bin Khottob, beliau ditanya "Apa yang lebih utama, seseorang tidak terlintas padanya syahwat, dan tidak terlintas dipikirannya, dengan seorang yang nafsunya mencabut kepadanya kemudian dia meninggalkan karena Alloh?" Maka Umar berkata "Sesungguhnya seseorang yang nafsunya menggiring kepada maksiat kemudian meninggalkannya karena Alloh termasuk dalam golongan yang Alloh firmankan ((Yaitu orang orang yang Alloh uji hati hati mereka untuk ketakwaan bagi mereka ampunan dan juga pahala yang besar))[Al Hujurot:3]

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi renungan bagi kita. Kemudian kita dapat bersabar atas kepahitan dalam rangka meninggalkan sesuatu karena Alloh, yang kemudian berubah menjadi manis. Ya Alloh, Dzat yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hati ini dalam ketaatan kepada-Mu.

Refrensi: Al Fawaaid, Ibnul Qoyyim

Tips Cari Dunia

Bismillah,

Semoga kita bisa renungi quote berikut. Aamiin..

Dan Adapun orang-orang yang bertakwa, maka mereka mengetahui, bahwasannya negeri akherat lebih baik daripada dunia, maka kecintaan kepada kepemimpinan serta syahwat tidak akan menggiring mereka untuk mendahulukan dunia dari akherat. Dan tipsnya adalah : Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, meminta pertolongan dengan kesabaran dan sholat, berpikir tentang dunia dan hilangnya serta hinanya, dan juga tentang akherat dan kekalnya

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah ; Al Fawaid

Posted by Wordmobi

Nasehat

Bismillah,

Alangkah indahnya kehidupan,
Alangkah indahnya waktu,
Alangkah bermanfaatnya nafas,
Ketika saling memberi nasehat.

Bukankah mereka itu laiknya tiang bangunan? Menguatkan yang satu dengan lainnya.
Bukankah mereka itu terlepas dari al khusroon? Sebagaimana surat al asr?

Sebaliknya, alangkah suramnya kehidupan maupun waktu, dan jauhnya nafas dari manfaat, bahkan berbuah kesengsaraan, dunia, apalagi akherat, bila hidup tanpa nasehat?

Posted by Wordmobi