(Puisi) Jalan

Jarak perjalanan tak ada yang tahu
Namun pertanggung jawaban suatu kepastian
Semua orang pasti mati, semuanya tahu
Sedangkan kesadaran berbuat, perkara yang rumit

Air sungai berjalan turuti aliran
Pencari kebenaran pasti dapatkan kebenaran
Pencari kesesatan pasti dapatkan kesesatan
Dan orang yang merasa santai dari perintah pastilah sudah sesat
Begitu pula yang biasa saja dengan dosa, hati sudahlah mati

Jalan, semua tahu. Pasti bercabang
Carilah surga niscaya kau kan dapatkan
Sertakan niat ikhlas pasti hanya untuk Alloh

Semarang 19 maret ’13

Advertisements

Tinggalkanlah…. karena Alloh

Bismillah,

Sedikit renungan bagi aku pribadi, kemudian bagi pembaca sekalian. Terkadang, kita terlampau sulit tuk melepas sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan kita. Meskipun itu perkara yang sangat buruk akibatnya.

Akan tetapi, ingatlah, barangsiapa yang meninggalkan suatu perkara karena Alloh, maka Alloh akan gantikan baginya sesuatu yang lebih baik dari itu.

Pahit ? Memang. Susah. Itu diawal. Yakinlah. Bila memang kita mau meninggalkan itu karena Alloh, benar benar karena Alloh, rasa pahiit itu hanya diawal, pasti akan berbuah manis. Kenapa? Karena Alloh ingin uji, siapa yang jujur ingin mengubah dirinya dengan meninggalkan itu, atau dia adalah pembohong. Bersamaan dengan itu, Alloh maha mengetahui apa yang terlintas dalam hati kita.

Alloh bisa jadi mengubah rasa pahit menjadi manis dengan beberapa cara. Jadi beberapa macam. Dan yang paling mulia adalah kemanisan cintanya Alloh kepada kita, ketenangan hati yang ada pada diri kita, kuatnya hati kita, rajinnya hati, senangnya, serta ridhonya kepada Alloh.

Ingat juga, orang yang terlintas pada hatinya untuk melakukan kejelekan, namun dia memerangi hatinya, maka ini lebih utama dibanding orang orang yang tidak terlintas kepadanya perkara itu. Sebagaimana permasalahan yang ditanyakan kepada Umar bin Khottob, beliau ditanya "Apa yang lebih utama, seseorang tidak terlintas padanya syahwat, dan tidak terlintas dipikirannya, dengan seorang yang nafsunya mencabut kepadanya kemudian dia meninggalkan karena Alloh?" Maka Umar berkata "Sesungguhnya seseorang yang nafsunya menggiring kepada maksiat kemudian meninggalkannya karena Alloh termasuk dalam golongan yang Alloh firmankan ((Yaitu orang orang yang Alloh uji hati hati mereka untuk ketakwaan bagi mereka ampunan dan juga pahala yang besar))[Al Hujurot:3]

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi renungan bagi kita. Kemudian kita dapat bersabar atas kepahitan dalam rangka meninggalkan sesuatu karena Alloh, yang kemudian berubah menjadi manis. Ya Alloh, Dzat yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hati ini dalam ketaatan kepada-Mu.

Refrensi: Al Fawaaid, Ibnul Qoyyim

Perbaiki Pertemanan

Bismillah,

Alloh berfirman di surat az zukhruf ayat 67 yang artinya “Teman teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang orang yang bertakwa”

Maksud ayat ini adalah pada hari kiamat. Alloh tetapkan, seluuuruuh pertemanan, persahabatan, kelompok, dan lain sebagainya yang semisal dgn itu, pada hari kiamat satu dengan yang lainnya menjadi musuh. Tidak ada pertemanan hakiki, kecuali pertemanannya, persahabatannya orang orang bertakwa. Mengapa?

“Orang orang yang saling mencintai atas dasar kekufuran (pengingkaran), pendustaan dan kemaksiatan kepada Alloh sebaian mereka dgn sebagian lain menjadi musuh, karena kecintaan mereka didunia karena SELAIN ALLOH ” Kata Asy Syaikh Abdurrohman Assi’di di tafsirnya berkaitan ayat ini.

Di dalam tafsirnya tentang ayat ini juga, Ibnu Katsir berkata ” Yakni setiap pertemanan dan percintaan karena selain Alloh, maka pada hari kiamat berubah menjadi permusuhan”

Jadi, penyebab permusuhan di hari kiamat kelak di karenakan ketidak adanya niat pertemanan karena Alloh. Bahkan, di sebutkan AsSi’diy rohimahulloh diatas, karena pengingkaran kepada Alloh, Rosul-Nya, atau kitab kitab-Nya. Bersatu untuk mengingkarinya. Atau, pertemanan karena maksiat kepada Alloh.

Kalau kita melihat ke zaman sekarang, dapat kah kita menghitungnya? Terlalu banyak. Ataukah dalam pertemanan kita sendiri, adakah? Hendaklah direnungkan.

Alloh sebutkan penyakit di ayat ini. Namun Alloh juga sebutkan obat. Alloh berfirman “Melainkan orang orang yang bertakwa”. Sebab sebaliknya, karena mereka berteman karena Alloh.

Mari kawan, kita merenung sejenak, di akhir akhir romadhon ini, masihkah ada penyakit ini pada diri kita. Berusahalah mencucinya. Bukankah orang yang saling bercinta karena Alloh, Alloh janjikan kepadanya naungan yang tiada naungan melainkan naungan dari-Nya pada hari kiamat??! Dimana aku ? Dapatkah aku mendapatkannya??

Refrensi = Taisir karimir Rohman, Tafsir Ibnu Katsir, berkaitan ayat tersebut.

Posted by Wordmobi

(Syair) Orang yang Bahagia

Bismillah,

Disebutkan di salah satu tulisan Al Imam Ibnu Rojab, yakni di penjelasan hadits Abu Ad Darda’ tentang keutamaan ilmu, sebuah syair yang berbunyi :

ليس السعيد الذي دنياه تسعده … إن السعيد الذي ينجو من النار

Bukanlah orang yang bahagia itu adalah yang dunianya membuatnya bahagia,
Akan tetapi, orang yang bahagia adalah orang yang selamat dari neraka

Majmu’ Rosail Ibni Rojab

[Faedah] Murojaah Bro !!

Ustadzuna Abu Ibrohim Soleh sering nasehatin kita dalam majlisnya :

“Ya ikhwah, murojaahnya…… A’udzubillah min syarrikum…. Murojaah itu, seperti ketika kalian di es de atau es em pe dulu. Guru kalian bilang “kalau malam disiapin pelajarannya, jangan lupa diulang ulang”. Kalau itu adalah pelajaran umum macam PKn atau IPS, lalu bagaimana dengan pelajaran yang menyangkut keselamatan dunia akherat kita ??”

“Murojaah itu semua pelajaran. Meski hanya di baca lewat. Syukur syukur kalau sampai di renungi dan di fahami”

“Bersyukurlah kalian karena masih dibiayai dengan penuh oleh orang tua orang tua kalian untuk belajar. Bersyukurlah kalian karena masih di dukung oleh orang tua kalian”

Pernah juga beliau berkata :

“Antum ketika disini malas malasan, sama saja kalian mendurhakai mereka. Antum disini diamanahi untuk belajar. Bukankah sama dengan ketka antum disuruh mereka untuk suatu keperluan antum menolaknya dengan keadaan kalian? Bedanya adalah, ketika kalian disini, kalian tidak secara langsung menolak”

“Kalian akan menyesal besok kalau sudah dewasa kalau begini terus. Sudah bertahun tahun ngaji tidak dapet apa apa”

 

Abu Abdirrohman , Misykatul Atsar

 

(Faedah Bahasa) Kasrohkan dan Fathahkan

Berkata Dr. Abdul Aziz As Sadhan :
Faedah Bahasa (لا تفتح الحزانة ول تكسر القصعة ) Apakah kalian faham maksudnya ?
Maka kebanyakan komentar menjawab sebagaimana jawaban syaikh…. Lalu apakah jawabannya ?
((لاتفتح الخزانة .لاتفتح حرف (الخاء) ولاتكسر القصعة. لاتكسر حرف القاف)) وقدأجاب عن ذلك عدد من الفضلاء شكر الله لهم
Jangan kamu fathahkan huruf kho di kata الخزانة Dan jangan kamu kasrohkan huruf qof di القصعة
Dan sungguh beberapa ulama telah menjawab tentang hal ini (aku sendiri baru tahu sekarang)….

Artikel Muhammad Ihfazhillah

Sumber pertanyaan | jawaban

(Mengharukan) Ayah dan Anaknya berlomba lomba untuk menghafal Al Qur’an

Mengharukan,

Anak dan ayahnya berlomba lomba untuk menghafalkan Al Qur’an di salah satu halaqoh Al Qur’an di Jeddah. Dimana cerita ini berawal ketika Muhammad Haamid Suwailim (45 th) bersama anaknya menemui halaqoh di selatan jam’iyah khoirikum di jeddah. Dan dia meminta dengan sangat agar dia dan anaknya berada pada satu halaqoh khusus untuk orang orang tua dan para pekerja agar keduanya dapat berlomba lomba dalam menghafalkan Al Qur’an.

Bapak itu mengatakan : Aku menemui halaqoh ketika seorang guru di masjid ibn Taimiyah mengabarkan kepadaku tentang keutamaan menghafal Al Qur’an di dunia dan akherat dan supaya aku mendapatkan kebaikan yang telah nabi shollallohu ‘alaihi wasallam kabarkan dalam sabdanya : Sebaik baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an.

Maka aku pergi ke halaqoh bertemankan anakku Ahmad dan kita memulai menghafal Dan kita mendapati -dan hanya milik Allohlah segala pujian- nilai mumtaz di ujian ujian dan hampir hampir pada waktu dekat kita mengkhatamkan Al Qur’an.

Artikel Muhammad Ihfazhillah | Sumber

[Humor]Tasbih Tunggakan

Bismillah,
Tadi malam (Ahad, 25/12), Aku di ajak kakak sepupu ku ke rumah saudara dari ayahnya untuk menghadiri hajatan keluarganya. Karena sebelumnya aku gak tau hajatannya apa, maka aku “okelah” saja. Lantas aku berbenah, mandi, wudhu, sholat(Pas selesai sholat deket maghrib). Dan setelah maghrib tancap.
Di jalan, dia mampir beli peci nasional ukuran 10 (paling gede, gak cukup punya ayahnya yang ukuran 9). Aku hanya menunggu di luar saja. Juga tak lupa beli tasbih cendana(entah untuk apa).
Singkat cerita, aku sampai sana. Sudah penuh rumahnya. Aku berdiri diluar, dengerin pada ngobrol. Saatnya makaan. Haha.
Selesai acara, dia cerita sama pamannya sama mamanya kalau dia habis beli peci. “Tasbihnya?”, kata mamanya. “Nggak lupa kok, nih di plastik, cendana”.
“Tasbihnya gini pakainya” sambil memperagakan sebagaimana ketika orang orang pada makai tasbih (aku sih gak bisa, n gak mau) “tunggakan listrik, tunggakan pulsa, tunggakan makan…” praktek pamannya.
“Nanti pas 30, pas habis tunggakannya”, kata dia.
“Haha”, Serempak.
“Loh kok pas???!!!”, kata pamannya
“Hahahahaha”, serempak…

(Renungan) Panggung Hiburan

Dunia kesenian dan panggung hiburan zaman sekarang sangat bervariasi. Mulai dari tayangan sinetron religi, pentas dangdut, konser nasyid marawis, pertunjukan ketoprak, film komedi, festival gambus hingga manggungnya para pelawak. Semuanya bertujuan untuk menghibur para pemirsa atau penonton yang sedang mengalami letih batin, capek pikiran dan lelah badan.

Continue reading