(Puisi) Lamunan

Lamunan,
Pekat gelap menatap,
Pilu galau merasa,
Sedih perih menostalgia,

Lamunan,
Dedaunan runtuh terhempaskan,
Reranting rapuh kepanasan,
Lidah kelu mengucapkan

Semarang 20 maret 2013

Advertisements

(Puisi) Jalan

Jarak perjalanan tak ada yang tahu
Namun pertanggung jawaban suatu kepastian
Semua orang pasti mati, semuanya tahu
Sedangkan kesadaran berbuat, perkara yang rumit

Air sungai berjalan turuti aliran
Pencari kebenaran pasti dapatkan kebenaran
Pencari kesesatan pasti dapatkan kesesatan
Dan orang yang merasa santai dari perintah pastilah sudah sesat
Begitu pula yang biasa saja dengan dosa, hati sudahlah mati

Jalan, semua tahu. Pasti bercabang
Carilah surga niscaya kau kan dapatkan
Sertakan niat ikhlas pasti hanya untuk Alloh

Semarang 19 maret ’13

Tidur

Tidur,
Cengkeraman hangatmu melalaikanku dari heningnya malam
Buaian mimpimu jauhkanku dari munajat Robb-ku.

Tidur,
Malam indah, mimpi susuri suatu cerita indah, namun…
Seketika terbangun dan tertidur Kembali.
Diluar dingin… Selalu meringkuk…

Tidur,
Pagi menjelang,
Bangun susah aku,
Bukan,
Tapi bisikan itu….

Tinggalkanlah…. karena Alloh

Bismillah,

Sedikit renungan bagi aku pribadi, kemudian bagi pembaca sekalian. Terkadang, kita terlampau sulit tuk melepas sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan kita. Meskipun itu perkara yang sangat buruk akibatnya.

Akan tetapi, ingatlah, barangsiapa yang meninggalkan suatu perkara karena Alloh, maka Alloh akan gantikan baginya sesuatu yang lebih baik dari itu.

Pahit ? Memang. Susah. Itu diawal. Yakinlah. Bila memang kita mau meninggalkan itu karena Alloh, benar benar karena Alloh, rasa pahiit itu hanya diawal, pasti akan berbuah manis. Kenapa? Karena Alloh ingin uji, siapa yang jujur ingin mengubah dirinya dengan meninggalkan itu, atau dia adalah pembohong. Bersamaan dengan itu, Alloh maha mengetahui apa yang terlintas dalam hati kita.

Alloh bisa jadi mengubah rasa pahit menjadi manis dengan beberapa cara. Jadi beberapa macam. Dan yang paling mulia adalah kemanisan cintanya Alloh kepada kita, ketenangan hati yang ada pada diri kita, kuatnya hati kita, rajinnya hati, senangnya, serta ridhonya kepada Alloh.

Ingat juga, orang yang terlintas pada hatinya untuk melakukan kejelekan, namun dia memerangi hatinya, maka ini lebih utama dibanding orang orang yang tidak terlintas kepadanya perkara itu. Sebagaimana permasalahan yang ditanyakan kepada Umar bin Khottob, beliau ditanya "Apa yang lebih utama, seseorang tidak terlintas padanya syahwat, dan tidak terlintas dipikirannya, dengan seorang yang nafsunya mencabut kepadanya kemudian dia meninggalkan karena Alloh?" Maka Umar berkata "Sesungguhnya seseorang yang nafsunya menggiring kepada maksiat kemudian meninggalkannya karena Alloh termasuk dalam golongan yang Alloh firmankan ((Yaitu orang orang yang Alloh uji hati hati mereka untuk ketakwaan bagi mereka ampunan dan juga pahala yang besar))[Al Hujurot:3]

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi renungan bagi kita. Kemudian kita dapat bersabar atas kepahitan dalam rangka meninggalkan sesuatu karena Alloh, yang kemudian berubah menjadi manis. Ya Alloh, Dzat yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hati ini dalam ketaatan kepada-Mu.

Refrensi: Al Fawaaid, Ibnul Qoyyim

Nasehat

Bismillah,

Alangkah indahnya kehidupan,
Alangkah indahnya waktu,
Alangkah bermanfaatnya nafas,
Ketika saling memberi nasehat.

Bukankah mereka itu laiknya tiang bangunan? Menguatkan yang satu dengan lainnya.
Bukankah mereka itu terlepas dari al khusroon? Sebagaimana surat al asr?

Sebaliknya, alangkah suramnya kehidupan maupun waktu, dan jauhnya nafas dari manfaat, bahkan berbuah kesengsaraan, dunia, apalagi akherat, bila hidup tanpa nasehat?

Posted by Wordmobi

Perbaiki Pertemanan

Bismillah,

Alloh berfirman di surat az zukhruf ayat 67 yang artinya “Teman teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang orang yang bertakwa”

Maksud ayat ini adalah pada hari kiamat. Alloh tetapkan, seluuuruuh pertemanan, persahabatan, kelompok, dan lain sebagainya yang semisal dgn itu, pada hari kiamat satu dengan yang lainnya menjadi musuh. Tidak ada pertemanan hakiki, kecuali pertemanannya, persahabatannya orang orang bertakwa. Mengapa?

“Orang orang yang saling mencintai atas dasar kekufuran (pengingkaran), pendustaan dan kemaksiatan kepada Alloh sebaian mereka dgn sebagian lain menjadi musuh, karena kecintaan mereka didunia karena SELAIN ALLOH ” Kata Asy Syaikh Abdurrohman Assi’di di tafsirnya berkaitan ayat ini.

Di dalam tafsirnya tentang ayat ini juga, Ibnu Katsir berkata ” Yakni setiap pertemanan dan percintaan karena selain Alloh, maka pada hari kiamat berubah menjadi permusuhan”

Jadi, penyebab permusuhan di hari kiamat kelak di karenakan ketidak adanya niat pertemanan karena Alloh. Bahkan, di sebutkan AsSi’diy rohimahulloh diatas, karena pengingkaran kepada Alloh, Rosul-Nya, atau kitab kitab-Nya. Bersatu untuk mengingkarinya. Atau, pertemanan karena maksiat kepada Alloh.

Kalau kita melihat ke zaman sekarang, dapat kah kita menghitungnya? Terlalu banyak. Ataukah dalam pertemanan kita sendiri, adakah? Hendaklah direnungkan.

Alloh sebutkan penyakit di ayat ini. Namun Alloh juga sebutkan obat. Alloh berfirman “Melainkan orang orang yang bertakwa”. Sebab sebaliknya, karena mereka berteman karena Alloh.

Mari kawan, kita merenung sejenak, di akhir akhir romadhon ini, masihkah ada penyakit ini pada diri kita. Berusahalah mencucinya. Bukankah orang yang saling bercinta karena Alloh, Alloh janjikan kepadanya naungan yang tiada naungan melainkan naungan dari-Nya pada hari kiamat??! Dimana aku ? Dapatkah aku mendapatkannya??

Refrensi = Taisir karimir Rohman, Tafsir Ibnu Katsir, berkaitan ayat tersebut.

Posted by Wordmobi

Bodoh Sok Pinter

Bismillah,

Sesat. Yah, itu-lah akhir orang yang dak punya ilmu, tapi dengan pe-de-nya ngomong tentang agama. Sebenarnya masih ada satu lagi yang gak kalah bahayanya. Mengikuti hawa nafsu, sebagaimana posting yang lalu.

Padahal, setiap kali solat kita berdoa agar tidak jadi orang yang sesat dan dimurkai. Sesat adalah orang orang Nashrani dan orang orang yang menyerupai mereka, beragama tanpa ilmu. Dimurkai adalah orang orang Yahudi dan orang orang yang serupa dengan mereka, punya ilmu dan tahu yang benar, tapi lebih ikut hawa nafsu.

Di zaman kita ini, sudah buanyaak contoh orang yang menyandarkan dirinya kedalam islam, mengaku tidak berwala’ kepada nashrani dan juga yahudi, namun hakikatnya mereka diri mereka. Bukankah orang yang menyerupai suatu kaum, maka dia dari mereka ??

Inilah ketetapan Alloh yang tidak dapat dihindari. Untuk membedakan mana yang di atas kebenaran dan istiqomah, dan mana yang tegak diatas kebatilan dan memusuhi kebenaran.

Bukan pembolehan. Namun agar waspada. Rosululloh bersabda ((kalian akan BENAR BENAR MENGIKUTI jalan jalan orang orang sebelum kalian, sebulu anak panah sebulu anak panah, hingga bila mereka masuk ke dalam lubang dhobb(biasa diartikan biawak) kalian akan memasukinya)) para sahabat bertanya : Orang yahudi dan nashoro ya Rosulalloh?! Rosululloh bersabda ((Siapa lagi?))

Ya, semakin dekat kiamat, semakin asing kebenaran, semakin merajalela kebatilan. Sok berilmu diantara penyebabnya. Inilah yang banyak menyesatkan manusia sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Dari Abdulloh bin Amr bin Ash, dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Alloh tidak mencabut ilmu dengan sekali hapusan dari dada dada hamba. Akan tetapi Alloh mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Hingga bila sudah tidak ada lagi aalim, manusia mengambil orang orang bodoh. Mereka ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka tersesat dan menyesatkan.

Hati hati berbicara tanpa ilmu. Bisa jadi dosa jariyah. Belajar sebelum berkata. Kita memohon kepada Alloh petunjuk dan kekokohan. Dan menjadi orang yang dapat mengenyam surga, karena keterasingan kebenaran. Aamiin.

Posted by Wordmobi

Panji Islam

Bismillah,

Romadhon mulai berakhir. Bila di awal kita malas, di tengah kita malas, masih ada sepuluh terakhir. Pergunakan waktu sebaik baiknya. Di dalamnya terdapat malam lailatul qodr. Yang pada malam itu di turunkannya alqur’an. Lebih baik dari seribu bulan. Betapa banyak orang yang berharap bertemu, tapi tak juga mendapatinya. Mungkin kita termasuk dari mereka. Maka, mari bersemangat. Tak ada dari kita yang tahu kapan ajal kita.

Islam membutuhkan orang yang cerdas untuk mempelajarinya. Menjaganya dari serangan serigala dalam selimut yang terus mengintai dari segala sisi, menunggu penganutnya lemah. Kemudian menyeret mereka kedalam kekufuran.

Islam butuh kepada orang yang semangat memahaminya. Menghafalkan al qur’an. Menghafal hadits. Mempelajari sanad. Mempelajari atsar. Mempelajari aqidah para rosul.

Islam butuh kepada orang yang tekun siang malam menamengi dirinya dari serangan siang malam yang terus menghantui.

Jangan menganggap remeh orang orang yang mempelajari islam. Jangan menganggap remeh orang orang yang mengajarkan islam. Meski kamu melihat mereka dari keturunan yang tak berpunya. Berapa banyak saudagar kaya, amir umaro duduk di majlis maula??

Merekalah panji islam. Pembawa bendera islam. Yang Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam sabdakan : akan ada dari umatku yang selalu nampak pada kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka dan yang menyelisihi mereka hingga datang amr Alloh. HR. bukhori

Posted by Wordmobi

[Faedah] Pengumpul 3 keutamaan, Penuntut Ilmu

Maka, tidak bisa di pungkiri lagi, hal ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang meniatkan belajarnya hanya untuk Alloh saja, dan mengikuti RosulNya sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih, serta mengangkat kebodohan dari dirnya serta orang lain. Karena belajar adalah ibadah, dan tidaklah ibadah di terima melainkan dengan ke ikhlasan dan kecocokan dengan apa yang ada pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Bismillah,

Di shohih muslim (1631) , Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda : “Bila anak Adam meninggal, maka terputuslah darinya seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara : Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang berdoa untuknya”

“Maka, bila seorang ‘Alim (yang mempunyai ilmu, pen)) mengajarkan kepada orang yang akan tegak dengannya (Penuntut ilmu, pen) setelahnya, maka dia telah mewariskan ilmu yang bermanfaat serta sedekah jariyah …. Dan orang orang yang di ajari, seperti anak anak mereka yang mendoakan kebaikan bagi mereka. Oleh karena itu, berkumpullah 3 hal ini pada orang tersebut, dengan mewariskan ilmu tersebut”, kata Ibnu Rojab Al Hanbaly menjelaskan hadits tersebut di risalahnya yang berjudul warotsatul anbiya syarh hadits abi ad darda (warisan para nabi, syarah hadits abu darda)

Maka, tidak bisa di pungkiri lagi, hal ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang meniatkan belajarnya hanya untuk Alloh saja, dan mengikuti RosulNya sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih, serta mengangkat kebodohan dari dirnya serta orang lain. Karena belajar adalah ibadah, dan tidaklah ibadah di terima melainkan dengan ke ikhlasan dan kecocokan dengan apa yang ada pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Inilah yang dilakukan oleh para nabi dan juga penggantinya setelah mereka meninggal. Lihatlah nama mereka masih dikenang sedangkan jasad mereka sudah tiada. Doa doa mengalir, dari lisan lisan penuntut ilmu. Dan manfaat yang banyak telah mereka tinggalkan bagi kita semua.

Maka, alasan apa lagi untuk malas dari menuntutnya. Penuntut ilmu mendapatkan 3 keutamaan sekaligus ketika dia sudah tiada. Akan tetapi, malas itu ada karena tidak ada dorongan dari dirinya untuk melakukan hal tersebut, lalai dari apa yang di janjikan oleh Alloh baginya. Bila tidak, maka tidak ada alasan lagi untuk bermalasan.

Ya Alloh, tidak ada yang melemahkan hambaMu dari melakukan perjalanan untuk mendapat ridlomu melainkan setan, baik dari golongan jin dan manusia, maka, kuatkanlah hamba yang lemah ini untuk berjalan, dan mereka yang juga menempuh jalan tersebut. Aamiin