(Puisi) Jalan

Jarak perjalanan tak ada yang tahu
Namun pertanggung jawaban suatu kepastian
Semua orang pasti mati, semuanya tahu
Sedangkan kesadaran berbuat, perkara yang rumit

Air sungai berjalan turuti aliran
Pencari kebenaran pasti dapatkan kebenaran
Pencari kesesatan pasti dapatkan kesesatan
Dan orang yang merasa santai dari perintah pastilah sudah sesat
Begitu pula yang biasa saja dengan dosa, hati sudahlah mati

Jalan, semua tahu. Pasti bercabang
Carilah surga niscaya kau kan dapatkan
Sertakan niat ikhlas pasti hanya untuk Alloh

Semarang 19 maret ’13

(Puisi)Mati

Mati
Saat yang datang pasti
Tak ada yang menanti
Apa masih ada hati ?

Datang tiba tiba
Terkadang terurai alamat
Camat harus sigap
Catimat harus kumpulkan pundi sabar

Tak kenal usia
Pasti, mati semua
Libas fatamorgana
Kehidupan adalah usia

(Camat = Calon Mati, Catimat = Calon diTinggal Mati)

Tips Cari Dunia

Bismillah,

Semoga kita bisa renungi quote berikut. Aamiin..

Dan Adapun orang-orang yang bertakwa, maka mereka mengetahui, bahwasannya negeri akherat lebih baik daripada dunia, maka kecintaan kepada kepemimpinan serta syahwat tidak akan menggiring mereka untuk mendahulukan dunia dari akherat. Dan tipsnya adalah : Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, meminta pertolongan dengan kesabaran dan sholat, berpikir tentang dunia dan hilangnya serta hinanya, dan juga tentang akherat dan kekalnya

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah ; Al Fawaid

Posted by Wordmobi

Perbaiki Pertemanan

Bismillah,

Alloh berfirman di surat az zukhruf ayat 67 yang artinya “Teman teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang orang yang bertakwa”

Maksud ayat ini adalah pada hari kiamat. Alloh tetapkan, seluuuruuh pertemanan, persahabatan, kelompok, dan lain sebagainya yang semisal dgn itu, pada hari kiamat satu dengan yang lainnya menjadi musuh. Tidak ada pertemanan hakiki, kecuali pertemanannya, persahabatannya orang orang bertakwa. Mengapa?

“Orang orang yang saling mencintai atas dasar kekufuran (pengingkaran), pendustaan dan kemaksiatan kepada Alloh sebaian mereka dgn sebagian lain menjadi musuh, karena kecintaan mereka didunia karena SELAIN ALLOH ” Kata Asy Syaikh Abdurrohman Assi’di di tafsirnya berkaitan ayat ini.

Di dalam tafsirnya tentang ayat ini juga, Ibnu Katsir berkata ” Yakni setiap pertemanan dan percintaan karena selain Alloh, maka pada hari kiamat berubah menjadi permusuhan”

Jadi, penyebab permusuhan di hari kiamat kelak di karenakan ketidak adanya niat pertemanan karena Alloh. Bahkan, di sebutkan AsSi’diy rohimahulloh diatas, karena pengingkaran kepada Alloh, Rosul-Nya, atau kitab kitab-Nya. Bersatu untuk mengingkarinya. Atau, pertemanan karena maksiat kepada Alloh.

Kalau kita melihat ke zaman sekarang, dapat kah kita menghitungnya? Terlalu banyak. Ataukah dalam pertemanan kita sendiri, adakah? Hendaklah direnungkan.

Alloh sebutkan penyakit di ayat ini. Namun Alloh juga sebutkan obat. Alloh berfirman “Melainkan orang orang yang bertakwa”. Sebab sebaliknya, karena mereka berteman karena Alloh.

Mari kawan, kita merenung sejenak, di akhir akhir romadhon ini, masihkah ada penyakit ini pada diri kita. Berusahalah mencucinya. Bukankah orang yang saling bercinta karena Alloh, Alloh janjikan kepadanya naungan yang tiada naungan melainkan naungan dari-Nya pada hari kiamat??! Dimana aku ? Dapatkah aku mendapatkannya??

Refrensi = Taisir karimir Rohman, Tafsir Ibnu Katsir, berkaitan ayat tersebut.

Posted by Wordmobi

Siapkan Jawaban

Bismillah,

Menyambung dikit tulisan kemarin. Yaitu, siapkan jawaban untuk apa yang kita kerjakan maupun katakan. Semuanya kelak akan Alloh tanya. Pada hari, tiada yang bertanggung jawab atas dirinya melainkan dia.

Alloh berfirman di surat Al Isro’ ayat 36, ((Dan janganlah kamu ikuti perkara yang tiada padamu ilmu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan ditanya))

Asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Si’diy Rohimahulloh berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini,

“Yakni, dan janganlah kamu ikuti perkara yang kamu tidak tahu tentangnya. Akan tetapi carilah yang benar dari setiap yang kamu akan ucapkan dan lakukan. Jangan sekali kali kamu mengira bahwa itu semua akan pergi, tidak akan menguntungkanmu, tidak akan mencelakanmu.”

Mengikuti saja dilarang, bagaimana dengan mengajak orang untuk melakukan perkara yang tidak dia ketahui ilmunya. Lebih berhak untuk dilarang.

Beliau melanjutkan,

“Maka, selayaknya bagi seorang hamba yang mengetahui bahwa dia akan bertanggung jawab atas apa yang dia katakan dan lakukan, serta apa yang ia pergunakan daripada anggota tubuhnya yang Alloh ciptakan dalam rangka ibadah kepada-Nya, untuk menyiapkan jawaban pertanyaan. Hal itu tidak terwujud melainkan dengan mempergunakannya untuk beribadah kepada Alloh, dan ikhlash agama untuk-Nya, serta mencegah dari perkara apa saja yang Alloh ta’ala benci”

Diantara perkara yang Alloh benci, berbicara semaunya sendiri tentang agama, padahal dia tahu kebenaran bertentangan dengan ucapannya. Tidak mau menerima. Merasa lebih mulia dari kebenaran. Mengikuti hawa nafsu. Maka jauhilah bagi kita yang yakin akan diminta pertanggungjawaban kelak. Mari, kita siapkan. Tahan lisan kita. Tahan tangan kita. Tahan kaki kita. Tahan, tahan dan tahan, dari yang Alloh murkai.

Iblis berkata “Dosa-dosa membinasakan anak adam, dan mereka membinasakanku(kata iblis) dengan istighfar dan kalimat Laailaaha illallooh(tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Alloh). Maka aku sebarkan kepada mereka hawa nafsu, kemudian mereka berdosa namun tak bertaubat, dan mereka mengira bahwa mereka berbuat baik”

Refrensi : Taisir kariimir rohmaan, Al Jawabul kafi liman sa ala ‘an dawaaisy syaafi

Posted by Wordmobi

Bodoh Sok Pinter

Bismillah,

Sesat. Yah, itu-lah akhir orang yang dak punya ilmu, tapi dengan pe-de-nya ngomong tentang agama. Sebenarnya masih ada satu lagi yang gak kalah bahayanya. Mengikuti hawa nafsu, sebagaimana posting yang lalu.

Padahal, setiap kali solat kita berdoa agar tidak jadi orang yang sesat dan dimurkai. Sesat adalah orang orang Nashrani dan orang orang yang menyerupai mereka, beragama tanpa ilmu. Dimurkai adalah orang orang Yahudi dan orang orang yang serupa dengan mereka, punya ilmu dan tahu yang benar, tapi lebih ikut hawa nafsu.

Di zaman kita ini, sudah buanyaak contoh orang yang menyandarkan dirinya kedalam islam, mengaku tidak berwala’ kepada nashrani dan juga yahudi, namun hakikatnya mereka diri mereka. Bukankah orang yang menyerupai suatu kaum, maka dia dari mereka ??

Inilah ketetapan Alloh yang tidak dapat dihindari. Untuk membedakan mana yang di atas kebenaran dan istiqomah, dan mana yang tegak diatas kebatilan dan memusuhi kebenaran.

Bukan pembolehan. Namun agar waspada. Rosululloh bersabda ((kalian akan BENAR BENAR MENGIKUTI jalan jalan orang orang sebelum kalian, sebulu anak panah sebulu anak panah, hingga bila mereka masuk ke dalam lubang dhobb(biasa diartikan biawak) kalian akan memasukinya)) para sahabat bertanya : Orang yahudi dan nashoro ya Rosulalloh?! Rosululloh bersabda ((Siapa lagi?))

Ya, semakin dekat kiamat, semakin asing kebenaran, semakin merajalela kebatilan. Sok berilmu diantara penyebabnya. Inilah yang banyak menyesatkan manusia sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Dari Abdulloh bin Amr bin Ash, dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Alloh tidak mencabut ilmu dengan sekali hapusan dari dada dada hamba. Akan tetapi Alloh mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Hingga bila sudah tidak ada lagi aalim, manusia mengambil orang orang bodoh. Mereka ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka tersesat dan menyesatkan.

Hati hati berbicara tanpa ilmu. Bisa jadi dosa jariyah. Belajar sebelum berkata. Kita memohon kepada Alloh petunjuk dan kekokohan. Dan menjadi orang yang dapat mengenyam surga, karena keterasingan kebenaran. Aamiin.

Posted by Wordmobi

Akibat Nafsu

Bismillah,

Hawa nafsu adalah senjata kedua setan untuk membujuk rayu bani adam setelah syubhat.

Orang yang mengikuti hawa tak lepas dari dua keadaan. Keduanya tidak ada yang mending

Yang pertama, membutakan mata hati. Hingga dia melihat yang haq(benar) bathil(salah). Dan sebaliknya.

Yang kedua-pun tak kalah parah, dia tau itu haq, tapi meninggalkannya karena ikut ikut hawa nafsu.

Ya Alloh, hidayah ada di tangan-Mu, Engkau berikan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau tahan dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Dengan rahmat-Mu ya Alloh, jadikanlah kami termasuk dari orang orang yang beruntun. Aamiin.

Refrensi : Taisir Karim Ar Rohman, An Nisa 135

Posted by Wordmobi

Kerennya Hati

Bismillah.

Hati itu bukan sekedar wadah. Bila seorang suka menaruh barang barang hati akan meluas. Entah itu barang berharga maupun barang yang jelek. Diantara barang berharga adalah hafalan al qur’an.

Terkadang seorang mendapati kesulitan untuk menghafal pada awalnya, namun dengan melatih jiwa untuk menghafal, niscaya akan menjadi mudah. Maka banyaknya latihan menghafal, akan menambah kecepatan dan kekuatan hafalan bagi si penghafal.

Az Zuhri berkata “Sungguh seorang mencari (ilmu), sedangkan hatinya bagaikan sebuah jalan (lewatnya air, Ed.) diantara bukit. Tak lama kemudian, jalan itupun menjadi sebuah lembah, yang tidaklah sesuatu diletakkan kepadanxa melainkan di telannya” al-hatstsu ‘ala thalabil ‘ilmi hal. 71

Al Askari berkata “Maksud beliau adalah bahwa menghafal itu pada mulanya sangat berat., memberatkan seseorang. Apabila kemudian dia membiasakannya, akan menjadi mudah. Sebagai buktinya adalah apa yang dikabarkan kepada kami oleh syaikh abu ahmad ash shuli tentang al harits bin usamah yang berkata “Dulu para ulama mengatakan “Setiap bejana yang ada padanya kau tuangkan sesuatu, maka bejana itu akan menjadi sempit, kecuali qalbu, kasena setiap kali di isi ia justru bertambah besar”””

Al Askari juga berkata “Dahulu hafalan itu amat sulit bagiku pada awal memulainya. Lalu aku mulai membiasakan diriku hingga aku menghafal qashidah yang berisi sekitar 200 bait dalam semalam”kitabnya, al hatstsu ala thalabil ilmi hal.71

paragraf 2 sampai sebelum ini diambil dari buku BAGAIMANA HUFFADZ MENGHAFAL ALQUR’AN, HADITS DAN ILMU terbitan Maktabai Al Huda cet 1, Abdul Qoyyum bin Muhammad As sahaibani & Muhammad taqiyyul islam qari. Hal 56

Siapa bilang menghfal mudah? Memang sulit di awal. Dengan mengharap ridho Alloh, kesulitan kita berbuah pahala, dan InsyaALLOH akan dimudahkan olehNYA. Bukan sekedar janji !!

Posted by Wordmobi

Panji Islam

Bismillah,

Romadhon mulai berakhir. Bila di awal kita malas, di tengah kita malas, masih ada sepuluh terakhir. Pergunakan waktu sebaik baiknya. Di dalamnya terdapat malam lailatul qodr. Yang pada malam itu di turunkannya alqur’an. Lebih baik dari seribu bulan. Betapa banyak orang yang berharap bertemu, tapi tak juga mendapatinya. Mungkin kita termasuk dari mereka. Maka, mari bersemangat. Tak ada dari kita yang tahu kapan ajal kita.

Islam membutuhkan orang yang cerdas untuk mempelajarinya. Menjaganya dari serangan serigala dalam selimut yang terus mengintai dari segala sisi, menunggu penganutnya lemah. Kemudian menyeret mereka kedalam kekufuran.

Islam butuh kepada orang yang semangat memahaminya. Menghafalkan al qur’an. Menghafal hadits. Mempelajari sanad. Mempelajari atsar. Mempelajari aqidah para rosul.

Islam butuh kepada orang yang tekun siang malam menamengi dirinya dari serangan siang malam yang terus menghantui.

Jangan menganggap remeh orang orang yang mempelajari islam. Jangan menganggap remeh orang orang yang mengajarkan islam. Meski kamu melihat mereka dari keturunan yang tak berpunya. Berapa banyak saudagar kaya, amir umaro duduk di majlis maula??

Merekalah panji islam. Pembawa bendera islam. Yang Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam sabdakan : akan ada dari umatku yang selalu nampak pada kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka dan yang menyelisihi mereka hingga datang amr Alloh. HR. bukhori

Posted by Wordmobi

Setan Sebelum Wafat

Bismillah,

Jangan sampai diri kita aman dari ketergelinciran, kesesatan, kekafiran, meski kita terus mempelajarinya untuk menjauhinya, mempelajari kebalikannya, mendakwahkannya, menasehatkannya. Mintalah selalu ketetapan hati. Ketika lapang maupun sempit. Sehat maupun sehat. Maupun menjelang wafat.

Ketika kita dalam keadaan sehat, mungkin godaan, rayuan untuk melakukan hal tersebut kecil. Namun, ketika maut menjemput, siapa dapat menjamin kita terus tetap di atas agama ini? Padahal, semua dihitung atas akhirnya?!

Ya, inilah diantara kisah ketsabatan para ulama, diatas kebenaran, dimasa menjelang kematiannya. Beliau adalah imam ahlis sunnah wal jama’ah, yang pernah disiksa dalam rangka mempertahankan agamanya ditengah bada fitnah kholqu qur’an (fitnah alqur’an adalah makhluq) padahal, al qur’an adalah kalamulloh, yang Alloh turunkan kepada KholilNya, Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan dari Abdillah, putra imam Ahmad bin Hanbal, ia berkata :
“Menjelang wafat ayahku, aku duduk di sisinya, aku membawa kain lap untuk kupakai mengelap wajahnya yang berkeringat, beliau pingsang, kemudian membuka matanya perlahan dan berkata sambil berisyarat “Tidak, sampai nanti”, beliau lakukan seperti ini dua kali, dan pada kali ketiga, kuberanikan diri bertanya kepadanya “Ayah ada apa ini, ucapanmu menjadi tidak jelas, saat ini engkau nampak berkeringat sampai kami mengira engkau telah tiada, engkau ulangi kata-kata “Tidak, tidak, sampai nanti””, beliau bertanya kepada ku “Anakku, kamu tidak tahu? ” kujawab “Tidak” kemudian kata beliau “Iblis laknatulloh berdiri disampingku, mengarahkan kuku-kukuny padaku dan berkata “Hay Ahmad, ikuti aku” Kukatakan padanya “Tidak, sampai nanti aku mati”””

Sumber Kisah : Pemandangan Sekarat, Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Posted by Wordmobi