[Faedah Jum’at] Tentang Harta dan Ilmu, Kelak Kita kan Ditanya

Bismillah,

Ini merupakan beberapa faedah yang bisa diambil dari khutbah jum’at, yang di selenggarakan di masjid pondok Misykatul Atsar, yang diisi oleh Al Ustadz Abu Salim Bambang Hasan -Hafidzohulloh- . Semoga dengan ini, dapat memberikan manfaat pada khotib, penulis, dan juga pembaca sekalian. Aamiin.

Dengan Bertakwa, Segala Urusan Menjadi Mudah


Alloh berfirman “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh, Alloh jadikan urusan urusannya mudah baginya”

Lafadz من أمره pada ayat tersebut mufrod mudhof, berfaedah umum. Seluruh dan segala urusan. Alloh jadikan mudah dengan bertakwa.

Hasad yang dinamakan Ghibthoh (غِبْطَة)


Rosululloh bersabda : “tidak ada hasad yang di perbolehkan kecuali pada 2 perkara : Seseorang yang Alloh  berikan harta kepadanya, kemudian dia menghabiskannya pada kebenaran. Dan seorang yang Alloh berikan kepadanya ilmu, kemudian dia berhukum dengannya serta mengajarkannya”

Pembagian Manusia Ditinjau dari Harta dan Ilmu

Manusia ditinjau dari harta dan ilmu terbagi menjadi 4 golongan :

  1. Orang yang Alloh berikan harta dan juga ilmu padanya. Maka dia menghabiskan hartanya pada kebenaran dan kebaikan. Dia tahu bahwa harta yang dia miliki dari Alloh, dan dia akan di mintai pertanggungjawaban.
  2. Orang yang Alloh berikan ilmu, tapi tidak diberi dengan harta. Maka dia bersabar dengan kemiskinan yang ia dapatkan. Dia tidak gresulo/menggerutu. Bersyukur atas apa yang dia dapatkan.
  3. Orang yang Alloh berikan harta, tapi tidak di beri ilmu. Maka, tanpa ilmu, tanpa mengetahui bahwa dia akan di minta pertanggung jawaban dengannya, maka dia berfoya foya dengan hartanya.
  4. Orang yang tidak diberikan keduanya. Orang ini sangat merana. Karena tidak punya harta, tidak punya ilmu, maka dia tidak ridho dan mencaci dari apa yang Alloh berikan kepadanya.

5 perkara yang akan di tanya, yang kaki hamba tidak bergeser sebelum pertanyaan selesai


Rosululloh bersabda : “Tidak akan beranjak kedua kaki hamba sampai ditanya dari 5 perkara : Tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia habiskan, tentang hartanya darimana dia dapatkan dan kemana dia keluarkan, tentang ilmunya apa yang ia amalkan darinya.”

Ilmu yang Bermanfaat


Berkata Imam Ibrohim bin Umar Al Biqo’iy Ad Dimasyqi : “Tidak dinamakan sebagai ilmu melainkan bila tidak bermanfaat, tidak akan bermanfaat suatu ilmu itu melainkan dengan ketundukan dan mengamalkan konsekuensi ilmu tersebut. Kalau tidak dengan itu semua, maka itu merupakan kebodohan yang murni”

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s