Bersholawatlah !

Bismillah,

Bersholawat itu dianjurkan.
Rosululloh-shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda : Barang siapa yang bersholawat kepada ku, Alloh bersholawat kepadanya 10.(hadits riwayat muslim dari sahabat Abdulloh bin ‘Amr bin Al ‘Ash)
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- ketika naik ke mimbar berkata (Aamiin) 3 Kali, terus di tanya sama para sahabat, apa yang engkau amini wahai Rosululloh? Rosululloh bersabda : Jibril bertanya kepadaku Celaka bagi seorang yang di sebutkan namamu di sisinya, akan tetapi tidak bersholawat kepadamu, katakan Aamiin, maka aku katakan aamiin…. Dan beliau menyebutkan dua perkara lagi.(Hadits Mutawatir, lihat nadzom mutanatsir milik al kitani)
Dua hadits diatas cukup sudah untuk menunjukkan di anjurkannya bersholawat kepada Nabi Muhammad. Bahkan malaikat Jibril Alaihis salam mendoakan kecelakaan bagi orang yang tidak mengucapkan sholawat ketika di sebutkan namanya, dan di amini oleh nabi.

Salah bagi orang yang mengatakan, orang yang berjenggot itu tidak suka sholawat kepada nabi. Orang yang celananya cingkrang kata mereka. Orang yang menyeru kepada sunnah, berusaha berpegang teguh dengannya, tidak suka sholawat kepada nabi? Padahal sudah ada haditsnya? Bahkan Alloh dan malaikatnya juga bersholawat kepadanya, memerintahkan kaum mu’minin untuk bersholawat. Tidak, mereka bersholawat

Tapi, bagaimana bentuk sholawat itu? Aapakah dengan maulidan? Sholawat jama’ah? Sholawat sambil pegang microphone?

Cukupkanlah diri kalian dengan apa yang telah datang dari Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-. Jangan bilang kiayi kami bilang gini. Katanya gini. Kebaikan menurut syariat itu bukan di lihat dari banyak nya pelaku, bukan di lihat dari sepertinya baik. Kebaikan dalam syariat islam itu dilihat dari dalil dalam alqur’an dan hadits yang shohih sampai kepada nabi.

Yaitu :

Ketika disebutkan Nama beliau, ucapkanlah -shollallohu ‘alaihi wasallam-. Maka dari sini di ketahui, orang yang belajar hadits nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, maka dia akan sering mengucapkan sholawat. Kenapa? Karena setiap kali nama beliau di ucapkan, setiap kali itu pula dia mengucapkan sholawat. Banyak mana coba dibanding dengan orang yang mengkhususkan waktu tertentu? Yang bahkan itu tidak ada contohnya dari nabi, para sahabat, khulafa’ rosyidin?

Atau,

Sebagaimana yang telah datang di hadits Abi Muhammad Ka’b bin Ujroh, beliau berkata: Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- keluar ke kami, kemudian kami berkata : Wahai Rosululloh, kami telah mengetahui cara bertasliim kepadamu, maka bagaimana caranya kami bersholawat kepadamu? Beliau berkata : Katakanlah : Allohumma Sholli ‘Alaa Muhammad…..sampai Innaka Hamiidun Majiid (seperti yang di doa tasyahud). Muttafaq ‘alaih.

Dan masih banyak hadits hadits yang menerangkan cara bersholawat yang datang dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Advertisements

6 comments on “Bersholawatlah !

  1. menjauhi yang dilarang lebih utama, karena itu adalah lawan dari yang disyareatkan

    – hmmmm mesti lebih banyak bersholawat lagi nich

    Terima kasih telah mengingatkan d(^o^”)

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s