(Puisi) Buram

Mataku tak dapat melihatnya,

Sedangkan fikirku menerawang buramnya.

Dan hatiku merasa perihnya.

Benar,

Saat ini ku tak dapat melihatnya.

Fikirku menerawangnya.

Rasaku rindu, menusuk sakit.

Jauh jarak memisah.

Rasa itu masih ada.

Terluka, tak bisa menutup.

Dan terus menerawang,

Di kabut buram,

Rindu

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s