(Renungan) Panggung Hiburan

Dunia kesenian dan panggung hiburan zaman sekarang sangat bervariasi. Mulai dari tayangan sinetron religi, pentas dangdut, konser nasyid marawis, pertunjukan ketoprak, film komedi, festival gambus hingga manggungnya para pelawak. Semuanya bertujuan untuk menghibur para pemirsa atau penonton yang sedang mengalami letih batin, capek pikiran dan lelah badan.

Bahkan maraknya tayangan entertainment (pertunjukan) di layar televise bertujuan menghibur para pemirsa, akhirnya para ustadz setengah artis dengan tampilan nyentrik dan ganteng, ikut ambil bagian.

Ironisnya, muatan hiburan jarang ditakar dengan norma Islam, hingga hiburan yang disebut islamipun banyak yang melenceng dari aturan agama, bahkan lebih cenderung bebas dan bias, jauh dari kendali syariat. Apalagi kepentingan materi menjadi dominan, target keuntungan menjadi pertimbangan utama, dan kepuasan penonton sebagai prioritas.

Sehingga bisa dipastikan, hiburan jenis apapun tidak sepi dari kebatilan dan kemungkaran. Sementara penonton, rata-rata tertarik dengan segala yang berbau syahwat, semua yang bersifat hura-hura, dan tayangan beraroma pornografi.

Selingan hidup untuk mengusir bosan dan capek dengan canda dan tawa merupakan sifat bawaan manusia, sebagai bumbu pergaulan dan garam kehidupan, karena semua orang kurang betah dengan suasana tegang dan hidup tanpa sisipan humor.

Sumber

Jadi jangan heran, bila kebanyakan orang sekarang lebih menyukai duduk duduk di depan televisi daripada duduk duduk di depan Al Qur’an. Terlebih di bulan yang mulia ini. Bulan Romadlon.

Alloh turunkan didalamnya banyaak sekali keutamaan yang tidak Alloh turunkan di bulan bulan selainnya. Alloh lipat gandakan amalan amalan, yang hanya Alloh sendiri yang tahu berapa lipat penggandaan.

Lihat saja tontonan pada waktu sahur. Ada lawakan. Seharusnya, daripada menghabiskan waktu sahur untuk menonton lawakan, yang lawakan kebanyakan (malah semua?) berisi kibulan, kebohongan, apakah tidak mending ambil air wudlu, ambil pakaian bersih, kemudian sholat dua rokaat dan menengadahkan tangan untuk meminta ampun kepada Alloh? Hanya Allohlah tempat minta pertolongan.

Padahal diantara sifat orang yang bertaqwa ialah “Dan pada waktu sahur mereka meminta ampun”

Allohummaghfirlanaa…

Inilah diantara kufur nikmatnya kita kepada Alloh. Yakni menggunakan kenikmatan tidak pada apa yang di inginkan oleh Alloh subhanahu wata’ala. Alloh menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya, dan bersyukur kepadaNya. Dan barang siapa yang bersyukur, Alloh akan menambahkan kenikmatan kepadaNya. Sedangkan waktu luang adalah nikmat. Kehidupan adalah nikmat. Bisa bangun sahur adalah nikmat.

Cukuplah yang sedikit ini bisa untuk bahan renungan kita. Mumpung kita masih di bulan Romadlon, yang sejatinya akan pergi meninggalkan kita. Entah esok romadlon kita masih bertemu atau tidak. Kita tidak tahu, kapan ajal menjemput.

Mumpung masih ada hari, tuk memperbaiki diri.

 

Tingkir, 25 Agustus 2011

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s