Dan Hanya KepadaNyalah Kita Kembali

Seorang berkata kepadaku :

Dulu aku bepergian menggunakan mobil menuju Makkah. Di perjalanan, aku dikagetkan dengan kecelakaan mobil. Sepertinya kecelakaan itu baru saja terjadi. Aku adalah orang yang pertama kali sampai ke kecelakaan tersebut. Aku memberhentikan mobilku, kemudian aku segera bertolak ke mobil tersebut berusaha menyelamatkan orang yang ada di dalamnya. Aku berusaha untuk melihat dengan hati hati.

Aku melihat ke dalam mobil tersebut. Jantungku berdetak keras. Kedua tanganku kelu. Tetesan air mata mencekikku. Kemudian tangisanku mulai pecah. Pemandangan yang menakjubkan. Sopir mobil terlempar ke setirnya sudah menjadi mayat yang tenang dalam keadaan mengacungkan jari telunjuknya. Wajahnya bercahaya. Jenggotnya yang lebat melingkupi wajahnya. Wajahnya seperti potongan rembulan. Aku mendobrak bagian dalam mobil seperti orang gila.

Tiba tiba, aku melihat anak perempuan kecil terlempar ke punggungnya. Melingkarkan tangannya ke lehernya. Dan nafasnya telah tersedak sedak, kemudian dia meninggalkan kehidupan. Tiada tuhan yang haq melainkan Alloh.

Aku belum pernah melihat kematian seperti kematian ini. Kematian yang tenang. Gambarannya sungguh telah terbit mentari keistiqomahan pada waktu hidupnya. Pemandangan jari telunjuknya yang menggambarkan bahwa ia mengesakan Alloh. Indahnya senyumannya yang dengannya dia berpisah dengan kehidupan.

Mobil mobil yang lalu lalang mulai berhenti disekitar mobilnya. Kemudian mulai ramai dan suara menjadi berisik. Semua ini adalah kejadian yang cepat yang menakjubkan. Aku lupa untuk memeriksa sisa orang yang ada di mobil. Aku waktu itu menangis sebagaimana tangisannya wanita yang kehilangan bayinya. Aku tidak merasakan orang orang yang ada di sekitarku. Siapa saja yang melihatku, dia mengira kalau aku termasuk kerabat dari orang yang mati ini.

Sebagian manusia berteriak : Ada wanita dan anak anak kecil di tempat duduk belakang.

Mereka memukulku. Aku menengok kebelakang. Aku melihat wanita yang sungguh telah mengumpulkan baju bajunya dan telah merapihkan hijabnya. Dia duduk dengan tenang dan melihat ke kita. Dia memeluk kedua anaknya yang masih kecil ke dadanya, yang kedua anak kecil tersebut tidak terkena bahaya. Kedua anak kecil itu memukul mukul dan memberontak. Sedangkan ibunya berdzikir kepada Alloh dan menenangkan kedua anaknya. Aku merasakan wanita tersebut bagaikan gunung yang kokoh.

Dia berusaha untuk turun dari mobil. Dengan kekokohan yang menakjubkan. Tidak ada tangisan. Tidak ada teriakan. Tidak ada raungan.

Kami mengeluarkan mereka semua dari mobil.

Siapa saja yang melihatku dan melihatnya, maka dia menyangka bahwa aku adalah orang yang terkena musibah selain dia.

Tangisku bertambah keras. Manusia melihat ke arahku. Maka wanita tersebut menengok ke aku sedangkan dia meninggalkan mobil dan berkata dengan perkataan yang terputus putus dengan linangan air mata : Saudaraku, jangan kamu menangisinya. Dia adalah lelaki yang sholih… Sholih.

Kemudian tangisnya mengalahkannya, dan ia diam.

Dia turun dan memeluk 2 anaknya. Dia mencari cari hijabnya, dan menjadikan mantelnya untuk hijabnya. Maka ketika melihat banyaknya manusia dan ramainya, ia pergi menjauh bersama kedua anaknya. Salah satu muhsinin bersegera mengangkut laki laki tersebut dan anak perempuannya ke rumah sakit. Wanita tersebut melihat ke kita dari jauh, sambil berusaha menyibukkan kedua anaknya agar tidak melihat ayah mereka dan saudara perempuan mereka.

Aku menyusulnya dan menawarkan kepadanya agar ia mau mengendarai mobil bersamaku agar aku dapat mengantarkannya sampai rumahnya. Maka ia menolak dengan seluruh rasa malunya dengan suara yang tenang : Tidak, demi Alloh. Aku tidak naik mobil kecuali yang ada wanitanya di dalamnya.

Orang orang mulai berpaling, pergi. Setiap dari mereka menyempurnakan perjalanannya. Tinggallah aku mengawasinya dari jauh. Aku merasa bahwasanya aku bertanggung jawab atas mereka.Waktu berlalu sangat lama. Dan kita menunggu di keadaan yang berat itu. Sedangkan ia tetap kokoh sekokoh gunung. 2 jam penuh. Hingga mobil yang di dalamnya terdapat seorang laki laki dan keluarkanya melewati kita.

Aku memberhentikan mereka. Aku ceritakan kepadanya kabar tentang wanita tersebut dan kami memintanya untuk membawanya sampai kerumahnya. Dan dia setuju. Aku menuju mobil tersebut dengan kedua anaknya dan dia manaiki mobil. Aku merasakan jalannya dia seperti gunung yang berjalan diatas bumi.

Aku kembali ke mobilku. Aku takjub dengan kekokohan yang besar ini. Aku berkata kepada diriku : Lihatlah, bagaimana Alloh menjaga keluarga laki laki yang sholih setelah meninggalnya. Aku teringat firman Alloh ta’ala (Sesungguhnya orang orang yang berkata Robb kami adalah Alloh kemudian mereka beristiqomah, turun kepada mereka malaikat. Janganlah kalian takut dan bersedih dan bergembiralah dengan surga yang dahulu kalian dijanjikan. Kami wali kalian di dunia dan di akherat) Benar. Janganlah kamu takut atas apa yang kalian tinggalkan di dunia, karena kami walimu di dunia. Kami menjaga keluarga kalian setelah kepergian kalian. Kami menenangkan ketakutan mereka. Kami mengikat hati hati mereka. Kami menanggung rezeki mereka. Dan kami menambahkan kemuliaan mereka. Alangkah cantiknya Al Qur’an Dan alangkah bagusnya bila hubunganmu dengan Alloh adalah hubungan yang kuat. Karena sesungguhnya Alloh adalah Zat yang maha hidup yang tidak akan mati. Dan Dzat yang maha kaya yang tidak akan pernah pelit.

Alangkah bagusnya bila Alloh melihatmu menangis pada malam hari. Dan membaca Al Qur’an pada siang hari. Alangkah bagusnya bila Alloh melihatmu dan kamu telah memalingkan pandanganmu dari yang harom, dan pendengaranmu dari yang berdosa, agar kamu jadi orang yang di cintai oleh Alloh. (Maka ikutilah aku, Alloh akan mencintaimu dan mengampuni bagi kalian dosa dosa kalian)

Dr. Muhammad Al Arifi, Rihlah Ila As Sama’, Fahrosah Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyyah Atsna a An Nashr, 1424 H / 2008 M

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s