Kaedah 3 : Mereka Semua Musyrik (Bag 5)

Bismillah,

Sebagaimana telah jelas, bahwasannya semua sesembahan selain Alloh adalah sebuah kesyirikan. Hingga Alloh memerintahkan manusia untuk memerangi mereka, hingga tidak ada lagi kesyirikan di muka bumi. Namun, semua telah di takdirkan, sehingga terlihatlah siapa saja yang beriman siapa saja yang bergelimang dalam kemusyrikan. Na’uudzubillaahi min dzaak.

Diantara kesyirikan yang mereka lakoni adalah penyembahan terhadap orang orang yang mereka anggap wali. Terhadap mereka mereka yang mereka anggap sholih. Padahal orang orang sholih membutuh terhadap wasiilah agar lebih dekat kepada RobbNya, maghfiroh serta rohmatNya.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

Dan dalil orang orang sholih : firman Alloh ta’ala :Dan orang orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Robb mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat. Mereka mengharapkan rahmatNya dan takut adzabNya [Al Isro’: 57]

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

Yakni bahwasannya ada yang menyembah orang orang sholih dari manusia. FirmanNya : Dan orang orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Robb mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat. [Al Isro’: 57]

Dikatakan : Ayat ini turun bagi orang yang menyembah Isa dan ibunya serta Uzair. Maka Alloh memberitahukan bahwasannya Al Masih dan ibunya Maryam, serta Uzair, semuanya adalah hamba Alloh. Mereka mendekatkan diri kepada Alloh, mengharap rahmatNya serta takut adzabNya. Maka, mereka adalah hamba yang butuh kepada Alloh dan faqir kepadaNya berdoa kepadaNya dan mengambil wasilah kepadaNya dengan ketaatan (mengharap kepada Robb mereka Al Wasiilah,) Yakni : kedekatan dariNya -subhanah wata’ala- dengan ketaatan kepadanya dan peribadatan. Maka hal ini menunjukkan bahwasannya mereka itu tidak bisa dijadikan tempat ibadah,karena mereka itu hamba yang membutuhkan, fakir, berdoa kepada Alloh, mengharap rahmatNya, serta takut adzabNya, maka siapa saja yang seperti itu tidak bisa di ibadahi bersama Alloh.

Dan dikatakan : Bahwasannya ayat ini turun pada orang orang musyrik yang menyembah sekelompok dari jin. Maka jin tersebut masuk islam, dan orang orang musyrik tidak tahu dengan keislaman mereka. Maka jin tersebut mendekatkan diri kepada Alloh dengan ketaatan dan ketundukan, dan mengharap rahmatNya takut adzabNya, maka mereka adalah hamba yang butuh kepada Alloh, fakir, tidak bisa dijadikan untuk diibadahi.

Dan apapun maksud dari ayat yang mulia, maka ayat tersebut menunjukkan bahwasannya tidak boleh beribadah kepada orang orang sholih. siapapun mereka, apakah mereka itu para nabi, orang orang jujur, atau dari wali wali dan orang orang sholih. tidak boleh mengibadahi mereka. Sungguh mereka itu adalah hamba yang fakir kepada Alloh. Maka bagaimana bisa di ibadahi bersama Alloh?!

Dan Al Wasiilah maknanya : ketaatan dan kedekatan, dan dalam bahasa maknanya : Sesuatu yang menyampaikan kepada maksud. Maka sesuatu yang menyampaikan kepada ridlo Alloh dan surgaNya maka hal tersebut adalah wasilah kepada Alloh. Inilah wasiilah yang disyariatkan di firman Alloh ta’ala : “Dan berharaplah kepadaNya Al Wasiilah”[Al Maidah :35]

Adapun orang orang yang merubah rubah makna Al Qur’an dan rusak akalnya, mereka mengatakan : Alwasilah adalah engkau menjadikan diantaramu dan diantara Alloh wasiilah dari Wali wali dan orang orang sholih serta orang orang yang telah mati, kamu menjadikan mereka sebagai perantara diantara mu dan diantaraAlloh, agar mereka mendekatkanmu kepada Alloh. (Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Alloh sedekat dekatnya [Az Zumar :3], maka makna wasilah disis orang orang yang rusak akalnya : kamu menjadikan diantaru dan diantara Alloh seorang perantara yang mengenalkan Alloh denganmu, dan memindahkan hajat hajat mu kepadaNya, mengkabarkan kepadaNya sesuatu darimu. Sepertinya Alloh tidak tahu, atau seakan akan Alloh itu bakhil tidak memberi kecuali setelah diminta melalui perantara -maha suci Alloh dari apa ap yang mereka katakan-.

Dan karena ini, mereka memberikan syubhat kepada manusia dan mengatakan : Alloh berfirman : orang orang yang mereka seru itu mengharap kepada Robb mereka Wasilah [ al isro’ 57] maka ayat ini menunjukkan bahwasannya menjadikan perantara perantara dari para makhluk kepada Alloh adalah sesuatu yang di syariatkan. Karena Alloh memuji pelakunya. dan di ayat yang lain “Wahai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan berharaplah kepadaNya al wasiilah, dan berjihadlah di jalan Alloh” [Al Maidah : 35]

Mereka mengatakan : Sungguh Alloh telah memerintahkan kita untuk menjadikan perantara kepadaNya, dan Al Wasiilah maknanya : Perantara, beginilah mereka merubah kata kata dari tempatnya. Maka wasilah yang disyariatkan di Al Wur’an dan di Assunnah : ketaatan yang mendekatkan kepada Alloh, dan bertawassul kepadaNya dengan nama namaNya dan sifat sifatNya. Inilah wasilah yang disyariatkan.

Adapun tawassul dengan makhluk makhluk kepada Alloh maka tawassul ini adalah tawassul yang dilarang dan tawassul kesyirikan. Dan tawassul ini adalah tawassul yang dilakukan kaum musyrikin sebelumnya. Dan mereka meyembah kepada selain Alloh apa apa yang tidak memberikan kepada mereka madlorot dan tidak pula manfaat. Dan mereka mengatakan meereka itu pemberi syafaat bagi kami di sisi Alloh[yuunus : 18]. Dan yang menjadikan bagi Alloh wali wali  (mereka berkata) kami tidak menyambah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Alloh sedekat dekatnya [az zumar : 2] ini adalah syirik orang orang yang terdahulu, dan orang orang belakangan, sama saja. walaupun mereka menamakannya wasiilah, maka wasilah tersebut aslinya adalah kesyirikan. Bukan wasilah yang Alloh mensyariatkanna. Karena Alloh tidak menjadikan kesyirikan sebagai wasilah kepadaNya selamanya. Dan kesyirikan hanyalah sesuatu yang menjauhkan dari Alloh. Sesungguhnya orang orang yang memusyrikkan Alloh maka sungguh Alloh telah mengharamkan baginya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka. Dan tidak ada penolong bagi orang orang dzolim [Al Maidah 72]. Maka bagaimana bisa kesyirikan dijadikan sebagai wasilah kepada Alloh?! Maha tinggi Alloh terhadap apa yang mereka katakan.

Inti dari ayat : bahwasannya didalam ayat tersebut terdapat dalil bahwasannya ada orang musyrik yang menyembah orang orang sholih. karena Alloh menerangkan hal tersebut. Dan menerangkan bahwasannya mereka yang mereka sembah adalah hamba yang fakir, yang mengharapkan kepada Robb mereka Al Wasiilah, kani mereka mendekatkan diri kepada Alloh dengan ketaatan siapa dari mereka yang lebih dekat, mereka berlomba lomba kepada Alloh dengan beribadah, karena fakir dajatnya mereka kepada Alloh, mereka mengharap rahmatNya dan takut adzabNya. Dan orang yang seperti itu tidak layak untuk dijadikan sesembahan yang diibadahi bersama Alloh.

Selesai perkataan syaikh.

 

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s