Kaedah 3 : Mereka Semua Musyrik (Bag 1)

Bismillah,

Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, yang telah menciptakan dua makhluk yang di beri tanggungan untuk mengibadahiNya. Alloh berfirman : “Dan tidak lah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu” [AdzDzariat : 56]

Kemudian, Alloh terangkan bahwasannya Alloh tidak meminta rezeki dari hamba dengan peribadatan hamba, apa lagi mereka memberiNya makan. Kallaa…. Sekali kali tidak. Alloh berfirman di kelanjutan ayat tadi “Dan Aku tidak menghendaki dari mereka rezeki, dan tidak pula Aku menghedaki agar mereka memberiKu makan” [Adz Dzariat  57]

Di balik hikmah dari Penciptaan manusia dan jin, Alloh juga mempunyai hikmah dengan dimunculkannya fitnah fitnah (cobaan) kepada para hambanya. Diantaranya dengan adanya diantara manusia dan jin orang orang yang mentauhidkanNya, dan disana pula ada yang memusyrikkanNya. Tidak lain, agar jelas, mana orang yang benar benar beriman kepadaNya, dan mana yang benar benar tidak beriman.

Diantara fitnah yang lain adalah syubhat syubhat orang orang musyrik sekarang. Ada saja yang mereka katakan untuk mendukung kelakuan mereka. Untuk mendukung peribadatan mereka. Padahal, Alloh telah jelas menerangkan bahwa hal tersebut merupakan kesyirikan, yang nabiNya dan para sahabat memerangi mereka karenanya.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

Bahwasannya nabi -sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaih- keluar kepada manusia yang berbeda beda dalam ibadah mereka. Diantara mereka ada yang menyembah malaikat. Dan diantara mereka ada yang menyembah para nabi dan orang orang sholih. Diantara mereka ada yang menyembah batu batuan dan pepohonan. Dan diantara mereka ada yang menyembah mantahari dan bulan. Dan rosululloh memerangi mereka seluruhnya tanpa membeda bedakan mereka.

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

Bahwasannya nabi -sholawatulloh ‘alaih wasalaamuh- di utus kepada sekelompok manusia dari orang orang musyrik. diantara mereka ada yang menyembah malaikat, diantara mereka ada yang menyembah matahari dan bulan. Diantara mereka pula ada yang menyembah patung patung bebatuan dan pepohonan. Dan diantara mereka pula ada yang menyembah wali wali dan orang orang sholih.

Ini adalah diantara kejelekan syirik, bahwasannya pelakunya tidak bersatu diatas sesuatu yang satu. Kebalikan dari orang orang yang bertauhid, sesungguhnya tuhan mereka satu “Apakah tuhan tuhan yang berbeda beda lebih baik ataukah Alloh Yang Maha Satu lagi Maha Perkasa? Apa apa yang kalian sembah dari selainNya itu tidak lain hanyalah nama nama yang kalian itu beri nama mereka” [Yusuf 39-40]

Diantara kejelekan kesyirikan dan keburukannya : Bahwasannya pelakunya berbeda beda dalam peribadatan mereka, hakim tidak bisa menyatukan mereka. Karena mereka tidak berjalan diatas satu asal. Mereka cuman berjalan diatas hawanafsu mereka dan da’i da’i mereka yang menyesatkan. Maka karena hal tersebut, menjadi banyaklah perpecahan mereka.

“Alloh membuat permisalan seorang laki laki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang mereka itu saling berselisih dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang. Adakah kedua hamba sahaya tersebut kesamaan? Segala puji bagi Alloh, tapi kebanyakan mereka tidak tahu” [Az Zumar 29]

Maka sesungguhnya seorang yang menyembah Alloh seperti budak yang hanya seorang saja memilikinya dan ia senang kepada budak tersebut. Budak tersebut tahu maksud maksud tuannya dan tahu permintaan permintaannya serta senang kepada tuannya. Akan tetapi orang musyrik itu seperti seorang yang dia punya beberapa tuan. Tidak tahu siapa yang senang kepadanya dari mereka. Setiap dari mereka punya keinginan. Dan setiap dari mereka punya permintaan. Dan setiap dari mereka ingin, agar orang tersebut datang kepada salah satu dari mereka. Karena inilah Alloh berfirman tentang mereka “Alloh membuat pemisalan seorang laki laki yang dimili oleh beberapa orang yang berserikat yang mereka itu saling berselisih” yakni beberapa orang memilikinya, tidak tahu siapa yang meridoinya dari mereka. “Dan hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang” Tuannya seorang saja. Budaknya senang dengan tuannya. Permisalan ini Alloh misalkan untuk orang musyrik, dan orang yang bertauhid.

Orang orang musyrik itu berpecah belah dalam peribadatan mereka. Dan nabi memerangi mereka dan tidak membagi bagi mereka. Nabi memerangi penyembah berhala. Nabi memerangi orang yahudi dan nasrani. Nabi memerangi orang orang majusi. Nabi memerangi seluruh kaum musyrik. Dan nabi memerangi orang orang yang menyembah malaikat, dan yang menyembah wali wali orang orang sholih, tidak membedakan diantara mereka.

Maka disini terdapat bantahan bagi orang orang yang mengatakan bahwasannya yang menyembah patung tidak seperti orang yang menyembah orang sholih dan malaikat. Karena mereka menyembah bebatuan dan pepohonan. Dan mereka menyembah benda benda mati. Adapun ia menyembah seorang yang sholih dan seorang wali dari wali wali Alloh, tidak seperti yang menyembah patung patung.

Dan mereka ingin dengan pernyataan tadi bahwasannya yang menyembah kuburan sekarang berbeda hukumnya dari orang orang yang menyembah patung. Maka yang menyembah kuburan tidak kafir. Dan amalan mereka tidak dianggap syirik. Dan tidak boleh memeranginya.

Maka kita katakan : Rosululloh tidak membedakan diantara mereka, bahkan menganggap mereka semua orang orang yang memusyrikkan Alloh. Dan halal darah darah serta harta mereka. Sekali lagi, Rosululloh tidak membedakan diantara mereka. Dan yang menyembah Al masiih (Isa bin Maryam), dan Al Masih adalah Rosululloh, bersamaan dengan ini Rosululloh memerangi mereka. Dan orang yahudi yang menyembah Uzair, dan Uzair adalah nabi mereka atau daro orang orang sholih dari mereka, Rosululloh tetap memerangi mereka, dan tidak membedakan mereka.

Maka syirik tidak ada perbedaan didalamnya antara yang menyembah orang sholih atau menyembah patung atau yang menyembah batu atau pohon. Karena syirik adalah “Ibadah kepada selain Alloh siapapun Dia” Karena inilah Alloh berfirman “Dan sembahlah Alloh dan jangan kalian memusyirkanNya dengan suatu apapun” [An Nisa 36] dan kalimat “Syaian” adalah kata nakiroh untuk larangan yang mengumumkan segala sesuatu. Umum untuk setiap yang di jadikan sekutu bersama Alloh dari malaikat dan rosul rosul, orang orang sholih , wali wali, bebatuan ataupun pohonan.

Selesai perkataan Syaikh…

Kesimpulannya, mereka semua sama saja. Yakni yang menyembah orang orang sholih ataupun kuburan. Hukumnya mereka adalah Kafir, Musyrik billah. Tidak ada pembedaan dari mereka.

InsyaAlloh Kaedah ke tiga ini akan bersambung. Koreksi Aku Bila Salah.

 

Tingkir 14 Juli 2011

 

Advertisements

2 comments on “Kaedah 3 : Mereka Semua Musyrik (Bag 1)

  1. Pingback: Kaedah 3 : Mereka Semua Musyrik (Bag 2) « Muhammad Ihfazhillah

  2. Pingback: Kaedah 3 : Mereka Semua Musyrik (Bag 4) « Muhammad Ihfazhillah

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s