Kaedah 2 : Mereka hanyalah Pemberi Syafaat !!

Bismillah,

Orang orang quraish tidak sebodoh yang dikira sehingga mereka mengatakan bahwasannya disana ada yang mencipta selain Alloh. Mereka ternyata tetaplah mengakui, disana hanyalah Alloh pencipta alam, pengatur, pemberi rezeki. Alloh berfirman : “Dan sungguh bila kamu tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Mereka sungguh akan berkata, Alloh” [Luqman: 25]

Lalu, mengapa mereka tetap saja Rosululloh perangi, dan darah darah mereka itu halal untuk di bunuh?

Karena mereka tetap saja menyekutukan Alloh. Bertauhid dengan tauhid Rububiyyah saja tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari penghalalan darah. Kemudian, harta harta mereka jugalah halal.

Satu diantara alasan, mengapa mereka menyekutukan Alloh dalam tauhid uluhiyah ialah mereka berkata “Kami tidak berdoa kepada mereka, tidak pula memberikan peribadatan kepada mereka, kecuali untuk meminta KEDEKATAN dan SYAFA’AT“. Allohu Akbar, sedihnya lagi, orang orang yang menyekutkan Alloh dari kalangan yang mengaku muslim, jugalah berkata sama “Mereka ini pemberi syafaat kami”. Allohul musta’aan.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

Kaedah Kedua : Bahwasannya mereka berkata “Kami tidak berdoa kepada mereka, dan menujukan (peridatan) kami kepada mereka, melainkan untuk meminta kedekatan (kepada Alloh) dan syafaat.”

Maka dalil untuk “Qurbah” : Firman Alloh : “Dan orang orang yang menjadikan dari selain Alloh sebagai Wali wali (mereka berkata) Kami tidak mengibadahi mereka melainkan agar mereka mendekatkan kita kepada Alloh dengan sedekat dekatnya. Sesungguhnya Alloh menghakimi diantara mereka didalam perkara yang didalamnya mereka berselisih. Sesungguhnya Alloh tidak memberi hidayah kepada pendusta lagi sangat ingkar” [Az Zumar : 3]

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

Kaedah Kedua : Bahwasannya orang orang musyrik yang Alloh menamakan mereka dengan “Musyrikin” dan menghukumi mereka untuk kekal di neraka, mereka tidak berbuat syirik di dalam tauhid rububiyyah. Dan sesungguhnya mereka berbuat syirik dalam Uluhiyyah. Maka mereka tidak mengatakan bahwasannya tuhan tuhan mereka mencipta, dan memberi rizki bersama Alloh. Dan bahwasannya mereka memberi manfaat ataupun memberi bahaya atau mengatur alam semesta bersama Alloh. Sesungguhnya mereka menjadikan mereka pemberi syafaat. Sebagaimana Alloh berfirman tentang mereka : “Dan mereka menyembah selain Alloh yang mereka tidak memberikan kepada mereka bahaya, dan tidak memberikan kepada mereka manfaat. Dan mereka berkata “Mereka pemberi syafaat kami disisi Alloh”” [Yunus : 18]. “Yang mereka tidak memberi bahaya dan manfaat”, mereka mengakui ini. Mereka tidak memberikan manfaat atau bahaya. Dan mereka cuma menjadikan mereka pemberi syafaat. Yakni : Perantara disisi Alloh dalam menyelesaikan hajat hajat mereka. Mereka menyembelih untuk mereka dan berndzar untuk mereka, bukan karena mereka mencipta atau memberi rizki atau memberi manfaat atau bahaya pada keyainan mereka. Akan tetapi karena mereka menjadikan mereka sebagai perantara bagi mereka di sisi Alloh, dan mereka mensyafaati mereka disisi Alloh. Ini adalah Aqidah kaum musyrikin.

Dan ketika kamu membantah orang orang yang menyembah kuburan saat ini, dia akan berkata seperti apa yang mereka katakan. Dia berkata “Aku tahu, bahwa wali ini atau orang sholih ini idak memberi bahaya ataupun manfaat, akan tetapi dia adalah orang sholih, dan aku ingin darinya syafaat untukku disisi Alloh.”

Dan syafaat, ada yang benar ada yang batil. Syafaat yang benar dan shohih ialah syafaat yang memenuhi 2 syarat :

Syarat pertama : Syafaat ini harus dengan idzin dari Alloh

Syarat kedua : Orang yang di syafaati harus dari ahli tauhid. Yakni : dari orang orang yang bermaksiat dari orang orang bertauhid.

Maka bila satu saja syarat rusak, maka syafaat tersebut batil. Alloh berkata : “Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Nya kecuali dengan izinNya” [Al Baqoroh : 255] “Dan mereka tidak tidak memberi syafaat kecuali bagi yang Alloh ridhoi”[Al Anbiya: 28] Dan mereka pemaksiat dari ahli tauhid. Adapun orang orang yang kafir dan memusyrikkan Alloh, maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafaat orang orang yang memberi syafaaat “Dan tidak ada bagi orang dzolim teman setia dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima”[Ghofir : 18]

Maka mereka mendengar “Syafaat” dalam keadaan tidak mengerti maknanya. Dan malam malam mereka menminta syafaat dari mereka tanpa izin dari Alloh. Akan tetapi mereka memintanya untuk orang orang yang memusyrikkan Alloh yang tidak bermanfaat syafaat pemberi manfaat. Maka mereka bodoh tentang makna syafaat yang hak dan syafaat yang batil.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

Dan dalil syafa’at, firman Alloh Ta’ala ” Dan mereka mengibadahi selain Alloh yang mereka itu tidak memberi madlorot kepada mereka dan tidak pula memberi manfaat kepada mereka. Dan mereka berkata “Mereka adalah pemberi syafaat kami disisi Alloh””[Yunus : 18]

Dan Syafaat ada dua macam. Syafaat dilarang, dan syafaat yang di tetapkan.

Maka Syafaat yang dilarang : Apabila diminta dari selain Alloh yang selain Alloh tersebut tidak punya kempuan. Dan yang mampu hanyalah Alloh. Dan dalilnya firman Alloh ” Wahai orang orang yang beriman, infakkanlah dari apa apa yang telah kami berkan rizki kepada mu sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi jual beli, tidak adapula pertemanan dan tidak ada juga syafaat. Dan orang orang kafir mereka adalah orang orang yang dzolim” [Al Baqoroh : 254]

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

Syafaat punya syarat syarat, tidak mutlak.

Maka Syafaat itu ada dua macam. Syafaat yang Alloh melarangnya, yaitu yang tanpa izin dariNya. Maka tidaklah seseorang memberi manfaat disisi Alloh melainkan dengan izinNya. Dan Sebaik baik makhluk, dan penutup para nabi Muhammad -sholawatulloh wasalaamuhu ‘alaihi- ketika ingin memberi syafaat untuk penghuni padang mahsyar pada hari kiamat, beliau sujud di hadapan Robbnya. Kemudian berdoa kepadaNya, dan memujiNya. Dan terus beliau bersujud hingga dikatakan kepadanya “Angkatlah kepalamu, dan bicaralah, engkau akan di dengar. Dan memintalah syafaat, maka kamu akan di beri syafaat” [HR Bukhori Muslim], maka beliau tidak memberi syafaat melainkan setelah ada izin Nya.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

dan syafaat yang ditetapkan adalah yang di minta dari Alloh.

Dan pemberi syafaat di muliakan dengan syafaat. Sedangkan yang di syafaati ialah orang yang Alloh ridlo terhadap perkataanya, dan amalannya setelah ada idzin, sebagaimana Firman Alloh : “tidak ada yang dapat  memeberi syafaat disisNya melainkan dengan idzin dariNya” [Al Baqoroh : 255]

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

Dan syafaat yang di tetapkan adalah yang hanya untuk ahli tauhid. Maka orang musyrik tidak bermanfaat syafaat orang pemberi syafaat. Dan orang yang mendatangi kuburan untuk meminta kedekatan kepada Alloh dan bernadzar kepadanya, adalah musyrik. Tidak bermanfaat baginya syafaat.

Dan ringkasnya : Bahwasannya syafaat yang di tiadakan itu adalah yang di minta tanpa izin dari Alloh atau dimintakan untuk orang musyrik.

Dan syafaat yang di tetapkan : ialah yang ada setelah izin dari Alloh dan untuk ahli tauhid.

Selesai perkataan Syaikh…..

Kemusyrikan sudah ada dimana mana, marilah kita bersama sama memahami hakekat kesyrikan.

Wallohu ta’aala A’lam. Aku memohon ampun kepada Alloh, sesungguhnya Dia adalah Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Tingkir, 12 Juli 2011

 

 

Advertisements

4 comments on “Kaedah 2 : Mereka hanyalah Pemberi Syafaat !!

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s