Penetapan “Asy Syahid” …. Baca dulu!!

Bismillah,

Sesuatu yang santer belakangan ini, setelah beberapa tokoh meninggal karena dibunuh aparat dan dinamakan syahid, sudah bertebaran di berbagai media. Seperti internet, majalah majalah, ucapan ucapan orang, dan lain sebagainya. Dari nama Ali Ghufron sampaii Usamah bin Ladin dan tokoh tokoh yang semisal. Padahal kita tidak tahu, sebenarnya apa yang ia lakukan. Apa yang ada di lubuk mereka tentang itu.

Padahal, Penetapan “Syahid” Bagi seseorang itu mengharuskan dia masuk “Surga”. Dan kita tidak tahu, orang itu “pasti” masuk surga atau tidak. Ini adalah ilmu ghoib, yang hanya Alloh yang megetahuinya.

Penetapan seorang masuk surga itu ada dua macam. Pertama penetapan dengan sifat. Dan kedua penetapan kepada orang tertentu.

  • Penetapan dengan sifat, seperti menetapkan bahwa orang mukmin masuk surga, orang yang bertakwa masuk surga, sebagaimana yang Alloh firmankan “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disiapkan bagi orang orang yang bertakwa”, dan ayat yang semisal dengannya. Tanpa mengkhususkan fulan “pasti” masuk surga. Ini boleh. Tidak ada larangan di dalamnya.
  • Penetapan bahwa seseorang itu masuk surga. Bukan pada jenisnya seperti yang di jelaskan di point ke satu. Adalah dengan penetapan yang Rosululloh tetapkan padanya. Bukan yang orang lain menetapkannya. Seperti sahabat yang sepuluh. Mereka sudah Rosululloh tetapkan pada suatu hadits. Siapa saja mereka? Mereka adalah Abu Bakar, Umar bin Khottob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi tholib, Abu Ubaidah Bin Al Jarroh, Sa’ad bin Abi Waqqosh, Sa’id bin Zaid, Zubair bin Al Awwam, Abdurrohman bin Auf, dan Tholhah bin Ubaidillah. Begitupula Tsabit bin Qois bin Syammas, ketika turunny ayat “Wahai orang orang yang beriman, janganlah engkau mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi, dan jangan mengeraskan dengannya dengan suatu perkataan sebagaimana kalian dengan sebagian yang lain mengeraskannya, Amalan mereka batal dan mereka tak megerti”. Beliau adalah Juru bicara Rosululloh, dimana suaranya lebih tinggi dari beliau. Hingga Tsabit ini takut bila saja amalannya tertolak. Maka Rosululloh bersabda “Sesungguhnya kamu termasuk diantara ahli jannah”. Maka tidak boleh bagi kita untuk mengatakan seorang itu positif masuk surga, sedangkan Rosululloh tidak mengakuinya. Dan kita hanyalah menghukumi seorang yang “Diksususkan” Ketika datang dalil.

Nah, semoga telah jelas yah hukumnya gimana tentang mengatakan bahwa fulan syahid. Kata “Syahid”, Berarti orang itu “Positif” masuk surga. Dan hal ini tidak diperbolehkan. Meskipun dia itu orang yang berjuang di jalanNya. Bolehnya semoga ia Syahid dengan melihat tanda tanda yang mengindikasikan kepada kesyahidan tersebut. Wallohu A’lam.

Penjelasan tadi bisa dilihat di Syarah Aqidah Washithiyyah, Syaikh Utsaimin Rohimahulloh.

Tingkir, 4 Juli 2011

 

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s