Ibadah yang Sah, Check This Out !

Bismillah,

Sungguh, manusia itu tak dicipta melainkan untuk tujuan yang agung. Tidak pula dicipta, hanya karena untuk bersenang dan berhura. Tidak. Tapi, Alloh mencipta mereka untuk beribadah kepadaNya, dan ibadah tersebut bukan untukNya. Melainkan untuk diri setiap hamba. Alloh maha Kaya. Dan manusialah yang butuh amalannya. Untuk selamatkan dirinya, kelak di akherat.

Kawan, kini pembahasan sudah mulai rambah masalah ibadah, yakni syarat syaratnya. Apa saja syarat sah ibadah itu sehingga ibadah dapat di terima disisiNya.

Kawan, masih banyak manusia yang salah menganggap suatu amalan itu sah. Padahal, telah jelas apa yang disabdakan oleh Rosululloh akan syarat, tersebut. Apa saja? Mari kita ikuti pembahasan 4 Kaedah dasar dalam islam selanjutnya.

Sebelumnya, sudahkah kawan membaca edisi sebelumnya, yang menerangkan bahwa agama semua para nabi adalah agama Tauhid. Tidak ada satupun nabi yang mengingkarinya. Dari adam, sampai Muhammad -sholawatulloh ‘alaihi wasalaamuh-. Mereka semua menyeru untuk mengibadahiNya dan menghindari penyekutuan kepadaNya dalam hal peribadatan.

Maka, sekarang, mari kita ikuti pembahasan syarat diterimanya amalan ibadah disisiNya. Mengapa?

Agar kita tak kecewa kelak, bila amalan kita tak diterima, karena kelakuan kita sendiri.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata :

فإذا عرفت أن الله خلقك لعبادته فا اعلم أن العبادة لا تسمى عبادة الا مع التوحيد

كما أن الصلاة لا تسمى صلاة الا مع الطهارة

فإذا دخل الشرك في العبادة فسدت , كا لحدث إذا دخل في الطهارة

Maka jika engkau tahu bahwa Alloh menyiptakanmu untuk beribadah kepadaNya, maka ketahuilah bahwasannya ibadah tidak dapat dikatakan sebagai ibadah bila tidak dibarengi bersama Tauhid.

Sebagaimana Sholat, tidak dinamakan sebagai sholat melainkan bersama “Thoharoh”.

Maka, bila syirik memasuki dalam peribadatan, maka peribadatan itu rusak. Sebagaimana hadats bila masuk ke thoharoh.

Berkata Syaikh sholih bin fauzan :

[Maka jika kamu telah mengetahui bahwasannya Alloh menciptakanmu untuk mengibadahiNya]

Yakni : bila engkau telah tahu dari ayat ini :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu [Adz Dzariat 56]

Dan engkau termasuk dalam golongan manusia, masuk dalam ayat ini. Dan kamu tahu, bahwa Alloh tidak menciptakanmu secara percuma. Atau menciptakanmu untuk makan dan minum saja. Hidup di dunia bebas dan berfoya. Tidak. Alloh tidak menciptakanmu untuk hal seperti ini. Sesungguhnya Alloh memudahkanmu sesuatu yang ada di bumi ini agar engkau dapat terbantu dengannya untuk melaksanakan ibadahmu. Karena kamu ga bakal dapat hidup melainkan dengan barang barang ini.dan kamu ga bakal sampai kepada peribatan kepada Allooh melainkan dengan sesuatu ini. Alloh memudahkannya bagimu agar kamu mengibadahiNya. Bukan agar kamu bersenang senang, berbebas, berhura, berbuat fasik, dan berbuat kefajiran. Kamu makan dan minum sesukamu. Ini adalah perkara yang dilakukan hewan. Adapun anak anak adam, maka Alloh telah menciptakan mereka untuk tujuan yang agung, dan hikmah yang besar, dan dia adalah ibadah. Alloh berfirman :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون وما أريد منهم من رزق

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu. Aku tak butuh dari mereka rezeki [Adz Dzariat 56, 57]

Alloh tak ciptakanmu agar kamu menggajiNya. Bukanpula engkau memilih pekerjaan dan mengumpulkan bagiNya harta. Sebagaimana yang keturunan adam melakukannya sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain. Sebagian yang satu menjadikan sebagian yang lainnya pekerja pekerja yang mengumpulkan bagi sebagiannya gaji gaji. Tidak. Allloh maha kaya dari hal yang seperti ini. Dan Alloh maha kaya dari seluruh alam. Dan karena ini Alloh berfirman :

وما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون

Aku tak butuh dari mereka rezeki dan tidak pula aku butuh agar mereka memberikan aku makanan. [Adz Dzariat :57]

Alloh -Azza wa Jalla- memberi makan dan tidak diberi makan. Maha kaya dari makanan. Dan Alloh maha kaya dengan DzatNya. Dan Alloh tidak punya hayat kepada ibadahmu. Walaupun kamu mengingkarinya, aku tidak mengurangi kerajaan Alloh. Akan tetapi kamu yang butuh kepada Nya. Kamu lah yang butuh kepada ibdahmu. Dan diantara rahmatnya : bahwasannya Ia memerintahkanmu untuk beribadah kepadanya untuk kemaslahatnmu. Karena kamu bila mengibadahiNya, maka sesungguhnya Ia menmuliakanmudengan balasan dan pahalah. Maka ibadah adalah sebab untuk mendapatka kemuliaan dari Alloh didunia dan akherat. Maka, siapa yang mendapatkan faaedah dari ibadah yang mendapatkan faedah dari ibadah ialah hamba yang beribadah. Adapun Alloh, maka dia Maha kaya dari para makhlukNya.

[maka ketahuilah : bahwasannya ibdah tidak dinamakan ibadah ecuali bersama tauhid, dan sebagaimana solat tidak dinamakan sholat kecuali bersama thoharoh]

bila engkau tahu, bahwa Alloh menciptakanmu untuk beribadah kepadaNya, maka sesungguhnya ibadah tak bisa benar yang alloh meridhoinya kecuali bila terpenuhi dalam ibadah tersebut 2 syarat. Bila salah satu dari keduanya rusak, maka ibadah tersebut batal :

  1. Hendaknya amalan tersebut ikhlas untuk mengharap wajah Alloh. Tidak ada kesyirikan didalamnya. Maka bila syirik telah mencampurinya, maka ibadah itu batal, sebagaimana thoharoh bila hadats mencampurinya, maka thoharoh tersebut batal. Seperti itulah bila kamu beribadah kepada Alloh kemudian kkamu berbuat kesyirikan dengannya, maka ibadahmu batal. Ini adalah syarat pertama.
  2. Mutaba’atur Rosul [mengikuti rosul]. Maka setiap ibadah yang Rosul tidak datang dengannya maka ibadah tersebut batil dan tertolak. Karena ibadah (yang tidak ada tuntunannya) bid’ah dan khurofat. Karena inilah beliau bersabda ((Barang siapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka amalan tersebut tertolak [HR Muslim])) dan dalam suatu riwayat ((barang siapa yang mengada ada dalam agama yang tidak ada tuntunannya dari kami maka hal tersebut tertolak [HR Bukhori Muslim])). Maka ibadah harus bertepatan dengan apa yang datang dengannya Rosululloh -shollalllohu ‘alaihi wasallam-. Tiddak dengan bagusnya niyat niat manusia dan tujuan tujuan mereka selama tidak ada dalil dari syareat, maka itu bid’ah. Dan tidak bermanfaat bagi pelakunya bahkan membahayakannya, karena itu adalah maksiat, walaupun bertekad bahwa itu adalah hal mendekatkan diri kepada Alloh.

Maka harus, dalam ibadah terdapat 2 syarat ini : Ikhlas dan mutabaah Rosul -sholawatulloh wasalamuhu ‘alaih-, hingga ibadah menjadi shohih dan bermanfaat bagi pelakunya. Maka jika syirik memasukinya, maka amalan tersebut batal. Dan bila ibadah tersebut menjadi bid’ah. Tidak ada dalilnya, maka amalan tersebut batal. Apalagi, dengan tiadanya kedua syarat tersebut, maka ga ada manfaat dalam ibadah tersebut. Karena tidak diatas apa yang Alloh syariatkan dan Alloh tidak menerima kecuali yang telah Alloh syariatkan didalam kitab atau apa yang datang dari lisan RosulNya -shollallohu alaihi wasallam-.

Maka, disana tidak ada makhluk di bumi ini yang wajib kitaikuti kecuali Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam. Maka adapun selain beliau maka diikuti dan ditaati bila mengikuti Rosul, adapun bila menuelisinya maka tidak ada ketaatan. Alloh berfirman :

و أطيعوا الله وأطيعوا الرسول و أولي الأمر منكم

Taatilah Alloh dan taatilah Rosul dan ulil amri dari kalian [an nisa 59]

dan ulul amri mereka adalah : para pemerintah dan Ulama. Maka bila mereka mentaati Alloh wajib untuk taat kepada mereka dan mengikuti mereka. Adapun bila mereka menyelisihi perintah Alloh maka tidak boleh mentaatimereka dan mengikuti merrka dalam apa yang mereka itu menyelisini perintah Alloh. Karena tidak ada disana seseorangpun ditaati secara bebas kdari mekhluk kecuali rosulilloh, dan selainnyua maka diikuti dan ditaati bila mentaati Rosul dan mengikutinya. Ini adalah ibadah yang sah.

Selesai perkataan syaikh.

Nah kawan, maukan ibadah diterima disisNya? Dan tidak maukan kalau ibadah itu sia tak bertuan? Taatilah 2 syarat tadi, semoga Alloh menjaga amalan kita, dan menjadikannya amalan yang ikhlas serta cocok dengan apa yang Alloh syariatkan melalui lisan NabiNya -shollallohu’alaihi wasallam-.

Seperti biasa, sebelum diakhiri, aku mohon ta’awunnya. Salah di benerkan. Tidak ada yang sempurna melainkan Alloh. Wassalamu ‘alaikum warohmatulloh wabarokaatuh

Artikel terkait :

Belajar 4 Kaedah Dasar dalam Islam

Inilah Tanda Kebahagiaan Sebenarnya !

Agama Nabi Ibrohim

 

Advertisements

8 comments on “Ibadah yang Sah, Check This Out !

  1. ringkasnya.. syarat diterima amal:
    1. ikhlas karena Allah
    2. mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    3. Tauhid
    4. Tidak syirik

  2. Pingback: Ketahuilah Syirik, Untuk Kamu Jauhi !! | Muhammad Ihfazhillah

  3. Pingback: Kaedah 1 : Kaum Musyrik Quraisy juga Bertauhid !! | Muhammad Ihfazhillah

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s