Inilah Tanda Kebahagiaan Sebenarnya !

Bismillah,

Kawan, sudahkah anda membaca pembukaan Al Qowa’idul Arba’, yang di buka oleh Syaikh Sholih bin Fauzan semoga Alloh senantiasa menjaganya ? Kalau belum, silahkan tilik dahulu. Kalau sibuk, dan tidak ada waktu, bisa langsung terus, walaupun artikel sebelum sangat berkesinambung.

Ringkasnya, Syaikh menyebutkan bahwa banyak orang yang terjatuh kedalam kesalahan yang besar ketika memahami tauhid dan syirik. Maka dari itu, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab ingin untuk mengembalikan manusia kedalam keyakinan yang benar yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kaedah kaedah yang akan disebutkan tidak akan lepas dari keduanya.

Dan di pembahasan ini, insyaAlloh akan memuat Doa Syaikh Muhammad  bin Abdil Wahhab kepada para pembaca kutaibnya (baca:buku kecil). Mari kita ikuti.

Syaikh Ibnu Abdil Wahhab berkata :

أسأل الله العظيم رب العرش الكريم أن يتولاك في الدنيا والأخرة وأن يجعلك مباركا أينما كنت وأن يجعلك ممن إذا أعطي

شكر وإذا ابتلي صبر وإذا أذنب استغفر فإن هؤلإ الثلاث عنوان السعادة

Aku meminta kepada Alloh yang Maha Agung Pengatur ‘Arsy yang mulia agar melindungimu di dunia dan di akherat, dan agar menjadikanmu berbarokah dimanapun kalian berada. Dan agar menjadikanmu termasuk diantara orang yang bila di beri dia bersyukur, dan bila di uji dia bersabar, dan bila berdosa ia meminta pengampunan. Maka sesungguhnya 3 perkara diatas adalah tanda kebahagiaan

Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan berkata :

Ini adalah pendahuluan yang agung, didalamnya terdapat doa bagi setiap penuntut ilmu yang mempelajari Aqidahnya yang menginginkan dengan mempelajarinya kebenaran dari Syaikh -semoga Alloh selalu merahmatinya-, dan menginginkan dari mempelajarinya adalah menjauhi kesesatan dan juga syirik, maka sesungguhnya pantaslah bila Alloh melindunginya didunia dan di akherat.

Dan jika Alloh melindunginya di dunia dan akherat, maka sesungguhnya tidak ada jalan baginya kepada sesuatu yang tidak di sukai yang ia sampai kepadanya, tidak di agamanya, tidak pula di dunianya. Alloh subhanahu wata’aala berfirman :

الله ولي الذين امنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور والذين كفروا أولياؤهم الطاغوت

Alloh adalah wali orang orang yang beriman, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dan orang orang yang kafir, wali mereka adalah Thoghuut. [Al Baqoroh : 257]

Maka jika Alloh melindungimu Alloh mengeluarkanmu dari kegelapan -kegelapan syirik dan kekafiran, keraguraguan serta penyimpangan- kepada cahaya iman dan ilmu yang bermanfaat serta amalan yang sholih. Alloh berfirman :

ذالك بأن الله مولى الذين امنوا وأن الكافرين لا مولا لهم

Itu karena Alloh adalah wali bagi orang orang yang beriman, dan bahwasannya bagi orang orang yang kafir, tidak ada wali bagi mereka, [Muhammad : 11]

Maka, jika Alloh menjadi walimu dengan perlindunganNya dan taufiqNya serta hidayahNya di dunia dan diakherat, maka kamu akan merasa bahagia yang tidak ada setelahnya kesengsaraan selamanya. Di dunia Alloh menjadi walimu dengan hidayah dan taufiq serta berjalan diatas cara yang selamat. Dan di akherat, Alloh menjadi walimu dengan menjadikanmu masuk kedalam surganya selama lamanya didalamnya yang tidak akan ada rasa takut, tidak ada sakit, tidak ada kesengsaraan, tidak ada tua, dan tidak ada sesuatu sesuatu yang di benci. Ini adalah perwalian Alloh kepada hambanya yang beriman , didunia dan akherat.

Penulis berkata : (Dan agar menjadikanmu berbarokah dimanapun kamu berada)

Bila Alloh menjadikanmu berbarokah dimanapun kamu berada, maka ini adalah puncak apa yang di minta. Alloh menjadikan barokah di umurmu. Dan menjadikan barokah di rezekimu. Dan menjadikan barokah di ilmumu. Dan menjadikan barokah di amalanmu. Dan menjadikan barokah di anak anakmu. Dimanapun kamu berada, barokah selalu menemanimu, dimanapun kamu menghadap. Ini adalah kebaikan yang sangat besar. Dan keutamaan yang sangat besar pula.

Penulis berkata : (Dan agar menjadikanmu bila di beri bersyukur)

Kebalikan orang yang bila di beri kafir terhadap nikmat dan mengingkarinya, maka sesungguhnya banyak dari manusia yang bila di beri kenikmatan kufur dan mengingkarinya, dan memalingkanya untuk diselain ketataatan kepada Alloh. Maka, pengingkaran dan pemalingan tersebut menjadi sebab kesengsaraannya. Adapun yang bersyukur, maka sesungguhnya Alloh akan menambahkan kepadanya kenikmatan. Alloh berfirman :

وإذ تأذن ربكم ﻹن شكرتم ﻷزيدنكم

Dan (ingatlah) ketika Robb kalian mengumumkan, bila kalian bersyukur Aku akan menambahkan bagi kalian [Ibrohim : 7]

Dan Alloh menambahkan kepada orang orang yang bersyukur kenikmatan dari keutamaanNya dan kebaikanNya. Maka jika kamu ingin tambahan dari kenikmatan kenikmatan yang Alloh berikan kepadamu, maka bersyukurlah kepada Alloh. Dan bila kamu ingin kenikmatan itu hilang, maka ingkarilah.

Penulis berkata : (Dan bila di beri cobaan bersabar)

Alloh -subhanahu wata’ala- memberi cobaan kepada para hambanya, memberi cobaan mereka dengan musibah musibah, memberi cobaan mereka dengan apa apa yang mereka tidak sukai, memberi cobaan mereka dengan musuh musuh dari orang orang kafir dan orang orang munafik. Maka mereka butuh untuk bersabar dan tidak berputus asa serta tidak berputus asa dari rahmat Alloh, dan tegar diatas agama mereka, dan tidak tersingkir bersamaan datangnya fitnah fitnah (baca: cobaan), dan mereka bersabar atas apa di deritakan atas mereka dari rasa capek di atas jalannya. Kebalikan dari orang yang bila di beri cobaan lemah, dan berputus asa dari rahmat Alloh, maka orang ini di tambahkan cobaan kepada cobaan dan musibah kepada musibah yang lain. Rosululloh bersabda yang artinya : “Sesungguhnya Alloh bila mencintai suatu kaum, Dia akan memberi cobaan kepada mereka, maka barang siapa yang menerima, maka baginya ridho , dan barang siapa yang marah maka atasnya kemurkaan (Alloh) [HR Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Dan sabdanya : “Dan manusia yang paling besar cobaannya adalah para nabi, kemudian yang semisal dan kemudian yang semisal”[HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi, Ibnu Hibban, Hakim, dan Baihaqi]

Para Rosul diberi cobaan, dan orang orang yang jujur di beri cobaan, orang orang yang syahid pun di beri cobaan, dan orang orang mukmin tak lepas dari cobaan. Akan tetapi mereka bersabar. Adapun orang orang munafik, maka sungguh Alloh telah berfirman :

ومن الناس من يعبدالله على حرف

Dan diantara manusia ada yang menyembah Alloh dengan diatas “harf”.[Al Hajj : 11]

yakni : thorf = tepi

فإن أصابه خير اطمأن به فإن أصابته فتنة انقلب على وجههحس الدنيا واﻷحزة ذلك هو الخسران المبين

Maka jika ia memperoleh kebaikan, tetaplah ia dalam keadaan itu. Dan jika ia ditimpa suatu bencana berbaliklah ia kebelakang. Rugilah ia didunia dan di akherat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. [Al Hajj :11]

Maka dunia tidak selalu terisi dengan kenikmatan dan kemewahan , kelezatan dan kesenangan dan tidak pula pertolongan. Ga begini terus. Alloh memutarkannya diantara hamba hamba. Para sahabat adalah seutama utamanya ummat, apa yang menimpa mereka dari  cobaan dan ujian? Alloh berfirman :

وتلك الأيام نداولها بين الناس

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia [Ali Imron ; 140]

Maka hendaknya bagi seorang hamba agar menenangkan jiwanya bahwasannya bila ia di beri cobaan maka sesingguhnya cobaan itu tidak khusus menimpanya, maka cobaan ini telah menimpa para wali wali Alloh, maka hendaknya ia menenangkan jiwanya dan bersabar serta menunggu kelapangan dari Alloh. Dan kesudahan yang baik bagi orang orang yang bertakwa.

Penulis berkata : (Dan bila berbuat dosa, ia meminta ampun)

Adapun orang orang yang bila berbuat dosa tidak meminta ampun, dan malah berterus dalam dosa, maka orang ini adalah orang yang sengsara -Wal ‘iyadzubillah-. Akan tetapi, hambaNya yang beriman setiapkali berbuat dosa, ia bersegera untuk meminta ampun. Alloh berfirman :

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلمو أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله

Dan orang orang yang jika berbuat keji atau menganiaya diri mereka, mereka mengingat Alloh dan memohon ampun terhadap dosa dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa dosa melainkan Alloh? [Ali Imron : 135]

Dan Alloh juga berfirman :

إنما التوبة على الله للذين يعملون السوء بجهالة ثم يتوبون من قريب

Sesungguhnya taubat disisi Alloh hanyalah taubat bagi orang yang melaksanakan kejahatan karena kejahilan yang kemudian mereka bertaubat dengan segera [An Nisa’ : 17]

Dan kejahilan maknanya bukan karena tidak adanya ilmu. Karena jahil tidak dihukum. Akan tetapi kejahilan disini adalah lawan kata dari sengaja (KABS). Maka setiap yang bermaksiat kepada Alloh lantaran jahil dengan makna kurang akal, dan kurangnya sifat kemanusiaannya, kadang orang itu berilmu akan tetapi jahil disisi yang lain, dan di sisi bahwasannya dia tidak memiliki kesadaran dan tidak ada kekokohan di beberapa perkara ((Kemudian bertaubat dengan segera)) yakni : Setiap kali berbuat dosa ia meminta ampun, disana tidak ada yang terbebas dari dosa, akan tetapi, segala puji bagi Alloh, bahwasannnya Alloh membuka pintu taubat. Maka hendaknya bagisetiap hamba bila berbuat dosa, hendaknya bersegera untuk bertaubat. Akan tetapi bila tidak bertaubat ataupun meminta ampun, maka hal ini adalah tanda kesengsaraan.

Dan kadang seseorang berputus asa dari rahmat Alloh dan setan mendatanginya dan berkata : “tidak ada bagimu taubat”

Perkara yang 3 ini : Bila diberi bersyukur, bila di beri cobaan bersabar, bila berbuat dosa, meminta ampun adalah tanda kebahagiaan. Barangsiapa yang diberi taufik untuk mengamalkan ketiga perkara tersebut, akan merasakan kebahagiaan, dan yang di haramkan darinya -atau dari sebagian darinya- maka sesungguhnya dia sengsara.

Selesai perkataan Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan.

Nah kawan, syaikh sudah berbuat baik dengan mendoakan bagi orang yang mempelajari kutaibnya agar ia mendapatkan kebahagiaan, dunianya dan akheratnya.

Dan juga, tanda orang yang berbahagia itu ada tiga. Orang yang senantiasa bersyukur, orang yang senantiasa bersabar, dan orang yang senantiasa meminta ampun.

Kawan, mari, kita mendalami ilmu yang Alloh utus dengannya para rosulNya, agari kita senantiasa beramal dan amalan kita diterima, agar amalan kita tidak terhambur sia, kelak di akherat.

Akhirnya, sebagai manusia, mungkin salah dan pasti tak lepas dari salah. Maka, barangsiapa yang melihat kesalahan dalam artikel ini, harap membenarkan. Apalagi di pembahasan ini, yang kaitannya dengan tauhid.

Artikel terkait:

Belajar 4 Kaedah Dasar dalam Islam

Advertisements

One comment on “Inilah Tanda Kebahagiaan Sebenarnya !

  1. Pingback: Ibadah yang Sah, Check This Out ! | Muhammad Ihfazhillah

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s