Ketika Hidup Harus Memilih

Alloh lebih mengerti daripada kita. Alloh ngerti apa yang akan terjadi. Dibalik pilihan kita, beratpun pilihannya, disana ada pelajaran.

Bismillah,

Sebutlah namanya Ani. Dia punya pacar yang tidak memperduliin dia. Dia ingin lepas darinya dan terbang bersendiri. Namun, keluarga pacarnya, sebut saja Andi, melarangnya. Alasan mereka, kalau saja Ani pergi meninggalkan Andi, Andi akan menyiksa dirinya sendiri, dan tidak akan mengurus dirinya.

Ani bimbang. Antara memilih tinggal dan hati harus siap terus teriris dan menangis, atau pergi dan dia harus siap apa yang akan melanda Andi. Sedangkan saat ini, Andi begitu lebih memperhatikan “mantannya”. Bahkan, ingin balik.

Cukup banyak kisah serupa di kehidupan kita. Mungkin serupa tapi beda. Serupa pada “Pilihannya” dan berbeda pada kondisinya.

Kisah diatas di tuturkan langsung dari pelakunya.

Dan, hidup adalah pilihan. Ketika ada pilihan, kita harus memilih. Apapun itu, kita harus memilih. Dan terkadang pilihan itu tak beri kepada kita toleransi. Semisal, ketika seorang mempunya utang. Yang di hutangi meminta utangnya. Dan di kasih tempo. “Kalau tidak bayar sampai hari esok, rumah kamu akan aku jual”, misalnya. Dia harus memilih. Sah sah saja ia memilih rumahnya dijual. Tapi bukankah rumah sebagai tempat berlindungnya dari keadaan luar yang liar? Tempat berteduhnya dikala terik membara? Tempat berpayungnya ketika hujan menderas? Dan tempat berselimut tatkala dingin menusuk? Mau tidak mau dia harus berusaha. Dan ketika dia berusaha, dia sudah memilih suatu pilihan.

Setiap pilihan, pasti ada konsekuensi yang harus siap ia pikul. Tatkala ia memilih untuk menyerahkan rumah, ia tak punya lagi tempat berteduh dari bahaya. Tapi tatkala ia memilih untuk mencari, ia pun ada konsekuensinya, yaitu bekerja dan berusaha.

Kadang, kita tak tahu menahu tentang konsekuensi yang akan kita panggul. Dan itu adalah hikmah yang Alloh berikan kepada kita. Sehingga kita dapat memilih. Coba bila tabir itu di buka, dan kemanakah manusia akan memilih. Dan di tutupnya tabir konsekuensi yang akan kita lalui adalah cubaan. Seperti ketika Alloh menjadikan ada yang mukmin ada yang kafir. Ada yang baik ada yang jahat. Ada yang lunak ada yang keras.

Karena itulah, Syariat memerintahkan kita untuk meminta pertolongan kepada Alloh, serta mengimani, bahwa hanya Alloh yang tahu menahu tentang taqdir dan ilmu ghoib. Bila mana ada yang (mengaku) tahu, ketahuilah bahwa itu dari setan yang di bungkus dengan beribu kebohongan.

Kemudian, kita diperintahkan untuk sholat Istikhoroh setelah menentukan pilihan. Bukan untuk menentukan pilihan. Karena diantara isi dari doa istikhoroh adalah agar alloh mempermudah bilamana yang kita pilih itu baik menurutNya. Dan sebaliknya, agar Alloh mempersulit bila pilihan kita itu jelek menurutNya. Karena, mungkin sekali apa yang kita anggap baik, jelek di sisi Alloh. Sedangkan apa yang kita anggap buruk baik di sisi Alloh.

Alloh lebih mengerti daripada kita. Alloh ngerti apa yang akan terjadi. Dibalik pilihan kita, beratpun pilihannya, disana ada pelajaran. Dan sebaik baik pelajaran adalah pengalaman kita dalam memilih. Karena hidup diliputi dengan pilihan pilihan. Dan akan terus penuh dengan pilihan pilihan.

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya (HR Bukhori Muslim)

Teman,

Biarpun susah sungguh,

Biarpun berat sungguh,

Biarpun dikemudian air mata teruslah meleleh,

Biarpun dikemudian sesal itu ada,

Biarpun tanah harus menghimpit sesak,

Pilihlah pilihan,

Jalankan konsekuensi,

Tetaplah disana,

Ikutilah jalan,

Jangan berbelok,

Ambil,

Ikuti pelajaran menyerta,

Advertisements

10 comments on “Ketika Hidup Harus Memilih

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s