Quote

Bismillah,

Alkisah, suatu hari datanglah seorang pemuda ke ayahnya dan berkata,

“Yah, aku ingin melamar seorang gadis yang aku lihat di suatu jalan”

Dengan rasa gembira yang sangat, ayahnya pemuda ini berkata,

“Biar aku antar kamu, dan sekalian aku meminangnya untukmu”

Hingga tatkala mereka sudah dihadapannya dan ayahnya melihat ke elokan gadis itu, dengan ragu dan yakin [bisa gak yah?] ayahnya berkata ke pemuda tersebut,

“Nak, kamu tak sepantaran dengan gadis secantik ini, dan ayahlah yang berhak untuk menikahinya”

Pemuda itu tak setuju dan terjadilah cekcok antara keduanya disebabkan sebuah masalah. Perebutan seorang gadis.

Kemudian keduanya bertekad untuk menyelesaikan permasalahan ini kepada hakim.

Setelah sampai di sana dan mereka menghaturkan permasalahan mereka, hakimpun meminta agar gadis itu di datangkan kepadanya, sehingga permasalahan dapat cair.

Namun, ke indahan kecantikan serta keelokan parasnya mampu menyihir hati sang hakim. Sang hakimpun berkata,

“Sepertinya kalian tak pantas untuk menikahinya. Dan yang pantas untuk menikahinya adalah yang sederajat denganku”

Permasalahan bertambah, rival pemuda tambah satu lagi. Hakim. Mereka terus berselisih, hingga akhirnya permasalahan ini di limpahkan kepada menteri.

Seperti yang sang hakim lakukan, menteri juga menyuruh ke-tiganya agar mendatangkan gadis itu. Kemudian juga ikut nimbrung dan berkata seperti apa yang dikatakan oleh hakim. Sekarang ada 4 orang yang menginginkan gadis itu.

Hingga suatu hari, permasalahan ini sampai kepada Presiden. Presidenpun melakukan layaknya ke 3 bawahannya dahulu. Meminta agar gadis di datangkan, dan kemudian terjatuh hatinya ke cinta. Lalu berkata semisal apa yang dikatakan hakim.

Sungguh, seorang gadis yang banyak sekali pengagumnya dan pencintanya. Kemudian, apa yang dilakukan sang gadis?

Kemudian, sang gadis berkata kepada kelima orang yang memperebutkannya.

“Aku ingin menaiki suatu dataran tinggi, kalian berlima ikuti aku di belakang. Siapa yang bisa selamat, hingga bertemu denganku itulah yang akan menikahiku”

Ke lima orang itu menyanggupi dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan gadis itu. Mereka berusaha melewati onak dan duri. Mereka berusaha mencapai tujuan si gadis agar ia dapat manikahinya. Gadis idaman, hingga presidenpun mengidamkannya.

Namun, takdir telah bergulir. Satu persatu dari mereka runtuh. Hingga tak ada satupun yang dapat mengikuti gadis itu.Mereka semua terjatuh.

Dari atas, si gadis melihat kebawah dan berkata,

“Tahukah kalian, siapakah diriku sebenarnya?”

“Aku adalah DUNIA”

(kisah ini aku adopsi dari sebuah vidio berbahasa arab di ef be dot com dengan beberapa perubahan dikarnakan aku tak mengetahui artinya, tapi inilah yang aku pahami

yang mau menilik bisa klik alamat ini http://www.facebook.com/video/video.php?v=184724744909381)

###

Dunia,

banyak sekali manusia yang terlena,

serba serbi kehidupan,

serba serbi hidup dan mati,

Semua berlomba untuk dapatkannya dan kemudian mati,

Dunia,

Seorang presiden mampu tertelanjang dikarnakan dunia,

Sehingga mentri sedikit sekali yang selamat,

Apalagi rakyat,

menghambur dan membaur,

merangkai makna,

tak lagi pemerintah rawat aku,

aku akan mencarinya sendiri,

toh, bila aku harus ke ujung samudra,

hingga,

suatu hari kefanaan haruslah hilang,

ya,

fana itu hilang,

dan dunia ituh fana,

tak ada yang kan mendapatkannya,

susah,

tak mungkin,

Dunia,

Mencari terselamat ituh sukar,

harus menyelam kelumpur kelam,

Menyiangi belukar mencari akar,

mengeruk bumi mencari emas,

Dan,

Dunia,

Kecuali seorang dengan rahmat Robbnya yang kan terselamat,

###

“Aku Dunia”

Advertisements

11 comments on ““Aku Dunia”

  1. Meskipun akherat lebih baik, dunia yang udah kelihatan sering membuat kita jadi terlena. Tapi kalo dunianya jelek, kitanya ngeluh. Manusia memang unik, maunya banyak…

    eh iya, itu bagian puisinya bikin sendiri ya? bagus euy, nyambung banget sama cerita. ajarin saya dong! ๐Ÿ˜€

    • puisi ituh setiap orang unik, puisi ituh milik semua orang, semua orang bisa nulis puisi, puisi ituh jejeran kaata kata yang menjadi kalimat, dan kalimat itu di susun jadi bait bait,

  2. tapi ada tehnik/aturan khususnya nggak sih, untuk bikin susunan katanya jadi indah? soalnya kalo saya bikin, biasanya susunan katanya jadi nggak sinkron

  3. Pingback: Menulis, Belajar dan Bermain « Muhammad Ihfazhillah

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s