Try and Error

Hikmahnya, try and error. Gitu terus, hingga bisa. Bismillah. Tanpa di coba dan salah, kita tak akan bisa. Bisa berasal tidak bisa. Jangan takut.

Bismillah.

Malam takkan bertempuk dengan siang, dan siang takkan bertempuk dengan malam. Semua sudah di atur. Bergantian.

Bisa takkan bertempuk dengan kesalahan. Dan kesalahan takkan bertempuk denganย  ke “Bisaan”. Semua sudah diatur. Bergantian.

Tapi, biasanya, ketidak bisaan atau kesalahan itu letakknya dahulu sebelum ke”bisaan”, sehingga banyak orang yang tidak ingin untuk bisa. Bila ditanya, mungkin ia akan bilang “mau donk, masyak bisa ga mau?”, tentang suatu hal. Tapi, kadang pula sebagian orang tidak mau untuk mencoba. Dengan gambaran, mencoba itu penuh dengan “kesalahan” yang berarti “kebodohan”,”kelemahan”,”ketidakberdayaan”,”kekalahan”, dan lain sebagainya.

Namun, tidakkah kita melihat, setiap “kebisaan” itu diawali dengan mencoba. Dan mencoba itu identik dengan ketidak berhasilan? Dahulu, ketika paman Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- meninggal. Seorang yang telah melindungi beliau ketika dakwahnya. Disaat masyarakat Makkah sedang gerah akan “ajaran baru” yang di emban oleh beliau. Begitu pula istri tercintanya Khodijah bintu Khuailid. Wanita yang mendampingi beliau disaat susah, duka dan genting. Beliau tak lantas putus asa dengan dakwahnya.

“Ah, dakwah ini tak akan berhasil” Beliau tak bergumam begitu. Bahkan, beliau mencoba untuk mencari daerah lain. Yakni Thoif. Beliau mendakwahkan Islam. Dan kemudian apa yang didapat? KEGAGALAN. Ya, waktu itu beliau di cerca habis habisan oleh penduduk sana. Anak anaknya, budak budaknya, mereka disuruh untuk melempari Nabi sehingga beliau berdarah.

Lantas, ciutkah hati beliau untuk berterus dan terus dalam mendakwahkannya? Dan ternyata tidak. Bahkan, beliau mendoakan kebaikan untuk warga Thoif. Sungguh indah suri tauladan yang beliau berikan.

Aku mau cerita sedikit tentan try and error.

Seperti yang kita tahu, try berarti mencoba, dan error berarti salah. Ketika kita salah, kita bisa dapat pelajaran baru. Dengan kesalahan, kita bisa. Itu yang ku anut ketika awal kali aku pindah dari windows ke linux.

Susah? Iya. Biasanya langsung dapat banyak aplikasi yang bisa di unduh. Aplikasi yang dapat di install. Kini, bingung cari aplikasi. Konfigurasinya juga bingung. Terlebih, hari kemarin.

Ceritanya begini,

aku ingin menambahkan tema di Grub loader (ituh loh kalau kita punya multi OS, biasanya kalau booting ada pilihan. Misal disini aku punya Windows sama Ubuntu. Nanti disana ada pilihan, dan kita tinggal klik enter). Nah, ternyata ada error. Akhirnya seharian aku tidak bisa buka Ubuntuku lagi.

Kemudian, seharian itu untuk apa?

Alhamdulillah, waktu itu akuh di Semarang. Disana ada komputer lain. Aku browsing makai komputer lain dan cari caranya. Download OS Ubuntu 2x. Kisaran 4 jam. Jadi 4 x 2. Alhasil 8 jam. Belum jeda. Jalan jalan kesana kemari. Tinggal tidur. Belum juga usai.

Pagi tadi, sungguh ku ucap Alhamdulillah. Kebahagiaan tersirat di wajahku. Aku berhasil mengembalikan grub yang hilang.

Hikmahnya, try and error. Gitu terus, hingga bisa. Bismillah. Tanpa di coba dan salah, kita tak akan bisa. Bisa berasal tidak bisa. Jangan takut.

Advertisements

15 comments on “Try and Error

  1. Yups… kita takkan pernah bisa bila tidak mencoba. Ada yang hanya dengan sekali percobaan langsung bisa, namun ada juga yang berulang2 baru bisa ๐Ÿ™‚

  2. Kunjungan rutin ke blog ini… hehehe ๐Ÿ™‚
    Saya Abed Saragih mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

    ditunggu kunjungan dan komentar baliknya ๐Ÿ™‚
    salam persahabatan ๐Ÿ™‚

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s