Grenjeng-Soka 3 : H(a)P(e) dan Kecelakaan

Bismillah,

Sesuatu yang terjadi, pasti ada sebab yang menjadikan hal itu terjadi. Tak ada sebab, maka itu takkan terjadi.

Itulah diantara sekian banyak kemurahan Alloh untuk hambanya, agar dapat memahami apa apa yang terjadi. Terlebih sesuatu yang sulit. Ambillah contoh, kita sedang terserang penyakit. Ketika kita datang ke dokter, entah ia akan nampang dengan tampang yang serem atau yang manis (jangan sampai di rubung semut), ia akan bertanya tanya kepada kita. Sakitnya gimana, apa yang dirasakan, dulu makan apasih? habis ngapain?, dan pertanyaan lain yang mungkin tak semisal namun banyak. Kemudian, setelah itu dokternya mendiagnosa sesuai apa yang telah ia pelajari, kemudian di ketahui penyakitnya. Nah, dari alur ini dapat di simpulkan kalau penyakit itu di ketahui namanya karena ada sebabnya.

Contoh lain, detektif. Ketika ia mengetahui sebuah pembunuhan, ia akan mencari bukti bukti yang bisa dijadikan benang merah antara pelaku dan korban. Kemudian di analisis, dan diketahuilah pembunuhnya. Jadi, sebab, pastinya ada. Karena ada sebab, adalah kejadian.

Apa hubungannya dengan kecelakaan dan hape?

Seperti yang sudah kita ketahui, kalau lagi berkendara itu tidak boleh menggunakan hape. Bisa kena tilang nanti. Bisa yang lebih parah lagi, bisa mengakibatkan kecelakaan, dirinya maupun orang lain.

Tapi, kecelakaan kali ini bukan karena si pelaku bermain hape. Lalu, apa pasal?

Begini, Kemarin sabtu, pas perjalanan sudah malam, setelah kami sholat jamak dan khosor di sebuah masjid di simo, dan jalan itu adalah jalan yang jelek, kami ngobrol banyak hal. Mulai perkara jalan, lambannya perbaikan, dan masalah kecelakaan. Sampai akhirnya ustadz Aryo angkat bicara.

“Saya pernah, pas di Dieng kecelakaan. Waktu itu saya sedang ingin menyalip Truck. Di depan saya ada motor. Kalau nggak salah, motornya mio”, ujarnya.

Kalau cerita ku potong sampai situ, apa yang di tangkap? Apasih penyebab kecelakaan itu? Mungkin karena ceroboh, atau apa? Langsung aja terusannya.

“Kemudian tiba tiba hape anak yang naek motor itu jatuh, dan dia ngerem mendadak. Saya yang di belakangnya sudah pasti tidak bisa mengelak lagi. Saya jatuh. Tapi dia tidak”, lanjutnya.

Wah, dia ternyata tidak memperhatikan keadaan sekitar. Apa nggak bisa sih lihat sepion. Apa sepionnya tidak berfungsi sehingga motor di belakangnya tidak kelihatan?

“Lalu, anak itu minta maaf”

“Maaf pak, aku tadi ga lihat belakang. Hape ku jatuh tadi”, ujar anak itu.

“ya sudah cepetan pulang”, kata ustadz aryo.

Hemmt, kurang berfikir panjang yah?

“Alhamdulillah situasi waktu itu tidak begitu ramai. Yah, ada sih motor, tapi ga pada deket deket sama kita. Dan alhamdulillah, tak ada yang ngebut, dan aku bisa nyetopin kendaraan”, lanjutnya sebagai penutup.

Jadi, jelas kan kalau kecelakaannya bukan keteledorannya gara gara mainan hape, tapi lebih karena keteledorannya karena hapenya jatuh, dan mungkin rasa eman emannya keluar.

Advertisements

4 comments on “Grenjeng-Soka 3 : H(a)P(e) dan Kecelakaan

  1. salam kenal,
    kemarin sore saya merasakan hal yang sama, salah satu penumpang di angkot yang saya naiki duduk dipaling pinggir deket pintu, tiba2 hapenya jatuh di pertigaan jalan si empunya hape panik dan untungnya tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan, tapi seiisi angkot juga panik karena si sopir ngerem mendadak

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s