Grenjeng-Soka 1: Generasi Muda

Bismillah,

Tepat jam 17.00 kami bertolak dari ponpes Al Madinah grenjeng, menuju soka, kediaman Ust Sholeh suaidi. Kami semua membawa empat mobil, empat supir, dan kira kira 9 orang penumpang per mobilnya.

Di tengah perjalanan, pasukan paseopati melewati dan menyalip kami. Dengan topi khasnya yang menyerupai rambut atau tanduk. Berwarna warni putih dan merah.

Seorang penumpang di mobil kami nyeletuk, “Kecil kecil sudah fanatik banget”

Aku mulai berfikir. Benar juga ya. Jauh jauh dari kota boyolali hanya untuk melihat pertandingan klub kebanggaannya. Aha, “Padahal mereka itu tumpuan masa depan”, sambut yang lainnya.

Semakin keras aku berfikir, apa hubungannya?

Nah, aku dapatkan jawabannya.

Seorang penyair pernah berkata, “Bila pemuda jelek, maka doakanlah kehancuran bagi suatu bangsa”. Ini dia jawabanya. Bila sudah benar benar rusak para pemudanya, alamat gawat untuk agama dan bangsa. Doakanlah kehancuran. Seperti yang di sahut oleh yang lain “Padahal mereka adalah tumpuan masa depan”, yakni, tumpuan masa depan agama dan bangsa.

Yap, percakapan masih berlangsung, tapi sudah berbeda topik. Perjalanan masih berupa awalan. Jarak masihlah jauh. Dan kita masih melanjutkan perjalanan.

(Catatan perjalanan grenjeng soka 21 Mei 2011)

Advertisements

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s