Diskriminasi Atau Perlindungan?

Bismillah,

Membuka koran ternyata sarat dengan provokasi yah. Antara yang benar dan yang salah sudah tak diperhatikan lagi.

Berawal dari keinginanku untuk membaca kabar pagi ini. Kali ini aku terfokus ke sebuah berita yang menyebutkan tentang penahanan wanita saudi karena ulahnya di facebook.com. Berita lengkapnya bisa lihat di sini.

Masalah wanita, perlindungan mereka di rumah rumah agar tidak keluar rumah untuk mengurangi dan menekan angka kriminalitas kepada perempuan. Namun, banyak yang tidak mengetahuinya dan menghujat aturan islam tersebut dengan alasan HAM.

Wanita boleh keluar? Ya boleh, tapi lebih baik tinggal dan menunggu di rumah. Wanita itu sumber fitnah (Cobaan). Maka, Rosululloh pernah bersabda “Aku tidak meninggalkan pada ummatku fitnah yang lebih berat melainkan fitnah wanita dan harta”

Yang paling menohok hatiku adalah komentar komentar dari artikel koran tersebut. Oh, islam disana di rendahkan. Perhatikan, Saudi di sana di rendahkan. Padahal Makkah ada di sana. Dan insyaAlloh, sana lebih baik dari pada sini.

Alasan utama kelakuan mereka (inti beritanya), karena supir supir. tak semuanya punya uang untuk membayar supir. Dan mereka tak mau merepotkan saudara saudara mereka untuk mengantar pulang pergi mereka.

Lagian, tak ada yang menyuruh bila wanita itu berduaan dengan sopir tanpa di sertai dengan mahrom. Mahrom ialah orang orang yang diharamkan bagi wanita untuk di nikahi.

Hmmt, mengelus dada saja tidak cukup. Mempelajari agama juga harus di tekankan. Liberalisasi seharusnya tak ada. Dan liberalisasi adalah ujian bagi kita untuk terus belajar agar selamat. (Aduuh, ko ga nyambung gini?)

Advertisements

22 comments on “Diskriminasi Atau Perlindungan?

  1. Membaca komentar-komentar di situs berita itu kadang cuma membikin panas aja… Seolah-olah kerjaan mereka cuma ngasih komentar nggak berguna pada setiap berita. Kadang kita pun jadi malas berkomentar dan hanya membaca beritanya saja.
    Ini juga terkait masalah etika di dunia maya…

  2. sebenarnya saya ingin banyak mengomentari… terlebih “saudi lebih baik dari pada insonesia”… perlu dijelaskan lagi…. dan saya agak kebingungan dengan tulisan ini.. hehehe salam kenal ya…

  3. Kenapa ya perempuan nyupir aja dilarang disana? harus bergantung dengan laki-laki untuk pergi2. padahal mobilisasi perempuan juga banyak. Ngantar anak sekolah, ke pasar, ngantor, sosialisasi dengan sahabat, dll. Waah.. kalau begitu masih mending di Indonesia ya? ada perempuan penarik becak sampai supir busway.

    • kalau itu tergantung kebijakan pemerintah masing masing. Kalau di sana dalam pandangan mereka lebih memperhatikan wanita agar tidak keluyuran dan tidak menjadi ajang kemaksiatan

  4. topik yang bagus nih, pro kontra dimana-mana,.
    Kalau menurut saya sih, wanita memang harusnya di rumah,. Karena saya muslim dan mengingat banyak sekali fitnah yang dapat ditimbulkan yang menyangkut kaum wanita,.
    Jadi, saya “setengah” tidak setuju dengan sis Marchei diatas, :mrgreen:

    dan,…… perdebatan pun dimulai,..

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s