Kesal Terpendam

Bismillah,

Hampir setiap hari aku memandam rasa. Bukan karena cinta maupun suka. Namun karena kesal.

Hampir setiap hari, tak ada yang namanya orang yang tak membuatku kesal. Bukankah begitu? Banyak orang yang membuatmu kesal setiap harinya? Sadar atau tidak, jawabnya adalah “Ya”.

Banyak sekali alasan mengapa orang merasa kesal. Banyak juga situasi yang mendukung terjadinya rasa kesal. Tak hanya sedang kalut, senangpun bisa di buatnya.

Yap, banyak orang yang berbuat salah kepada kita namun dia tak sadar. Banyak orang pula dengan kesalahannya bukan kepada kita membuat kita kesal pula. Banyak juga orang yang selalu berbuat salah. Tapi, bukankah kita tidak berbuat salah setiap hari, membuat orang kesal akan perilaku kita?

Ah, manusia memang tempatnya salah. Tapi, dengan kesalahan hendaknya ia dapat berbuat lebih. Maksudnya ya mbok yang bijak. Berbuat dengan kesalahan.

Kesal, banyak cerita tentang kesal. Yang kupendam, masih juga banyak. Mau cerita? Tapi aku takut kalau menggunjing. Tapi aku juga takut untuk memendam. Lalu?

Seorang anak di kelas kami (Tak usah di sebutkan namanya aja yah, tetap rahasia, lebih aman. Walaupun anaknya tak terlalu mengerti dunia perbloggeran ;)) setiap harinya berbuat ulah dengan suaranya. Anak ini terlalu cocok bila di sebut dengan cerewet. Tapi, ada yang lebih atau tidak?

Menurutku, dia tak begitu cocok dengan kegiatannya yang cerewet. Pertama aku mengenalnya, sepertinya anak ini biasa biasa ajah. Maksudku, tak akan menggangguku nantinya. Badannya tegap, aga besar.

Ah, anggapanku salah tentang anak ini. Seperti tak punya malu, dia selalu ngomong banyak. Semakin nyaring suara kaleng ketika di pukul, semakin ketahuan kalau kaleng itu kosong. Ya, cocok untuk anak ini.

Terlebih ketika pelajaran. Ga masalah gurunya galak atau tidak. Terus aja dianya nyerocos terus dengan omongan yang banyak. Ga masalah pula kalau gurunya itu baru. Ngomongnya itu, bikin banyak yang kesal. Tak punya malu, kata temanku yang lain.

Beda lagi dengan anak ini. Dia perempuan. Ku lihat tak ada tanda tanda dia menyukai seseorang di kelas kami. Dia sudah punya punya pacar. Dia anak rangking satu di kelas kami. Ah, kata tak cukup untuk mensifatinya.

Pengejaran rangkingnya itu yang buat aku kesal. Ulangan dengan mencontek, yang hampir selalu ku intai pergerakannya.

Tak hanya pasal ini, dia juga sering memojokkan seseorang. Memang, dia terkenal badung di kelas. Dia terkenal “Ah terserah”. Dia terkenal terlalu pasrah. Aha, kok aku malah memojokkannya?

Tapi yang buat aku kesal, setiap kali dia di panggil, pasti setiap kali itu pula sorak sorai menggema dengan hebat. Pasti, di awali dengan anak itu (Anak rangking satu tadi). Tapi, isinya seperti mengejek. Oh tidak, menyindir. Tapi, kalau yang lain yang maju. Dia tidak ngomong.

Yah sudah. Selama waktu masih di ijinkan berputar, kekesalan pasti tetap ada. Tak peduli tua muda. Laki perempuan. Bangsawan elit miskin rendahan.

Tinggallah satu pesan, bagaimana kita mengaturnya…. ๐Ÿ™‚

Advertisements

23 comments on “Kesal Terpendam

  1. betul betul,,,,
    kita kan hidup di masyarakat yang tentunya penuh dengan beraneka ragam perbedaan,,,,, jadi ya harus pandai2 mengatur diri ini agar bisa tetep hidup berdampingan dengan mereka2 tanpa harus ada yang bikin kesel ataupun membuat kesal orang lain…

  2. Yup, jangan-jangan kita juga sering membuat orang lain kesal…eh, saya maksudnya… ๐Ÿ˜‰

    Cerita di kelasnya seru, jadi penasaran dengan anak-anak yang dimaksud, beragam karakter, beragam pula sifatnya ya…

    • Ini masih di sekolah dalam satu kota, kalau misalnya sekolah nasional dan anak anaknya dari beragam penjuru, gimana ya? Terlebih kalau sidah internasional

  3. err, kalau kesal, lampiaskan aja… ๐Ÿ˜‰
    kalau saya biasanya banting-banting bantal… ๐Ÿ˜ณ

  4. pintaar tu anak2,tau gimana caranya bikin gemes,…
    berarti gurunya itu yang harus ekstra sabar en ikhlas…

    remember, what u do is just for Allah…
    senyum aja kalo nakal, gak perlu kesal, kalo kita kesal dia lebih hepi lagee…

    heheheee
    salam kenal
    ๐Ÿ˜›

  5. kesal cukup porsiya aja
    jagn banyak banyak tar malah kemana mna wkwkwkwkwkk
    kesal aku kesal tapi jgan menyesal hahahha
    coment opo to jane aku iki hheheh
    salam sahabat fufufufufufu

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s