Kita kan menyusul

Bismillah,

Pagi ini udara sejuk, tapi mata masih penuh dengan kantuk akibat kemarin siang tidak tidur, malah online an sampai hampir maghrib. Kini, aku mau posting sebelum bel berdering, sebelum seorang guru masuk untuk mengajar kami. Pagi ini.

Ingatanku melayang jauh ke semesteran akhir tahun kemarin hari pertama. Hari senin, kalau tanggalnya lupa. Mungkin tidak menyakitkan bagi yang lain, tapi bagiku ini sangat menyakitkan. Aku bukan keluarganya, aku hanyalah saudaranya serta temannya seiman.

Pulang sekolah seperti biasa, aku naik angkot untuk keluar dari kampung yang sangat jauh menuju jalan raya. Di saat itu, aku sedang sms an sama seseorang. Tiba tiba sms yang mengejutkanku datang.

“Fazh,Ibrohim katanya meninggal”, kata orang disana.

Degh, tiba tiba aku merasa aneh. Secepat itukah dia meninggal? Semuda itukah? Aku belum percaya.

Ku coba untuk mencari kebenaran.

“Beir, ibrohim beneran meninggal?”, tanyaku

“Sepertinya”, dia belum benar benar yakin kalau dia meninggal. Pasalnya ibrohim masih di rumah sakit.

Akhirnya, aku dapat kabar yang meyakinkan.

Tilit tilit… Tilit tilit… Hape ku berbunyi. Kedap kedip layar hapeku. Sedangkan aku tengah duduk menikmati pemandangan jalanan yang penuh dengan bangunan.

Ku pandangai layar yang berlampu itu, hah, dari abi? Ada apa?

“Mau ikut ga? Ke salatiga? Ibrohim meninggal”, seru suara yang ada di seberang sana.

Hah? Beneran? Aku tak percaya ini terjadi. Tapi aku harus percaya.

Perjalanan itu seakan terlalu lama. Aku ingin cepat cepat sampai. Padahal, solo salatiga hanyalah satu jam. aku di liputi kesedihan.

Ingatanku melayang pada 3 tahun yang lalu, ketika aku dia dan zubair mengikuti ujian paket tingkat Sd. Kami ikut paket bukan karena tidak lulus. Tap karena tidak ada ujian negaranya di sana.

Aku teringat akhirnya, sebelum mereka pulang, kakiku tertusuk sunduk sate. Dalam sekali. Aku menangis sekeras kerasnya. Aku kesakitan. Aku tak kuasa menahan rasa sakitku kemudian ku tumpahkann dengan aliran air mata. Darah ku menetes. Aku tak tahan rasanya.

Inginku waktu itu untuk mengantarkan mereka kembali ke salatiga. Tapi takdir berkata lain, aku kecelakaan itu, jadi aku tak jadi ikut ke salatiga. aha, pengalaman yang menyakitkan (Tapi lucu)

Setelah itu, aku tidak bertemu dengannya lagi. Lama waktu berselang, aku ingin bersamanya lagi. Aku ingin bertemu dengannya.

Akhirnya, aku ke salatiga di saat dia telah meniggal. Oh maafkan aku kawanku. (Sebelumnya aku pernah bertemu tapi sebentar sekali, aku sudah lupa kenangan itu)

Dia kesedot di pusaran air di sebuah bendungan. Bersama temannya satu orang. Dan nyawa hanya di tanganNya, kita hanya dapat menerima.

Kita kan menyusul, tak ada yang kekal di dunia ini. Semua akan mati, kecuali Zat yang maha hidup.

____

Akhirnya tulisan ini selesai setelah berakhirnya pelajaran pertama, di awal pelajaran ke dua. (Pelajar yang Badung, jangan di tiru)

Ternyata kemarin ketika browsing aku dapat beritanya. Tak menyangka kejadian itu di beritakan. Silahkan klik di sini untuk lebih lanjut membacanya.

Advertisements

11 comments on “Kita kan menyusul

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s