Ada mutilasi di kelas !

Malam yang indah buat semut semut.

Bulatan purnama menghiasi malam itu. Seperti sempurna. Terangi malam yang gelap gulita. Bersandingkan bebintang, indah menawan hati.

Bau amis melingkupi sebuah kelas sepuluh dua, dengan gelapnya malam tanpa lampu. Darah berceceran di seberang meja.

Tentara tentara semut itu berbaris rapih, lebih rapi dari barisan siswa siswi ketika kegiatan paskibra, atau barisan tentara negara indonesia. Berjalan teratur dengan tak lupa menyalami temannya yang berpapasan dengannya.

Malam masih gelap, tapi bau itu masih menyergap hidung hidung yang membaunya. Yah, tak kentara sekali, tapi cukup untuk ukuran para semut.

“Berhenti !”, kata kokom. Pak koko, itu bertubuh tegap lengkap dengan topinya yang kuat. Memanggul senapan angin langka.

Barisan berjalan itu berhenti, dan pandangan mengitari sebuah tubuh yang tergolek sudah tak bernyawa di depan mereka.

“Karena tubuhnya begitu besar dari kita, dan rumah kita ada di ujung sana, kita takkan bisa membawanya dengan mudah. Lalu, adakah usul?”, lanjut pak kokom.

“Ga usah di bawa aja dong pak, gitu aja repot?”, usul si bodo.

“La gimana kita makan?”, jawab si kritis.

Diam, semuanya terdiam. Berpikir apa yang seharusnya mereka lakukan. Ah, begitu anehnya semuanya ini.

“Kita potong potong kecil kecil per bagian aja pak!”, usul si cerdik keras.

Terbengong bengong semuanya. Tak terkecuali pak kokom yang sedari tadi berfikir keras.

“Ah, betul juga, dan ini sangat bisa. Namun pertanyaannya, gimana kita bisa memotongnya?”, sahut pak kokom di sertai dengan pertanyaannya pula

“Gini, kita kann punya silet, walaupun kecil, kita bisa bersama sama memotongnya, gimana? Kita motong make yang kita punya, simpel kan?”, sahut si pintar.

“Aha…. Iya juga ya. Pintar kamu”,

“Pasukaaan ! Mulaii !”, lanjut pak kokom.

Malam itu begitu dingin menyengat. Mengingat habis turun hujan yang sangat keras. Tapi, semangat mereka menjadikan hawa menjadi panas kembali.

***

Teeet…. Teeet…. Teet.

Para siswa siswi masuk kelas. Pelajaran seperti biasanya, di kerjakan dengan ramai. Tak ada sedikitpun yang memperhatikan.

Tiba tiba, Andi bergumam “Ada mutilasi!!”

Semua mata beralih kepada Andi. “Mana mana mana?”, kata yang lainnya.

“Itu”, sambil menunjuk ke tembok

“Ayo ayo ayo, angkat bersama”, sahut Dika.

_____

Belajar bercerita… Hehe, ingin di buat lucu tapi tak menjadi yah? Tapi makasih sudah baca… ^^

Advertisements

4 comments on “Ada mutilasi di kelas !

  1. Hhuaaaa, bagus banget cara penulisannya, kaya novel gitu.

    Kalo aku sih biasanya nulis komedi bahasanya gak terlalu formal, hehe…

    Yang bagian “semut berbaris, tp tak serapih paskibra” itu lumayan lucu bro ๐Ÿ™‚

    Bagus kok tulisannya, serius.
    Penasaran sama lanjutan cerita ini…

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s