(pilihan) Menjadi yang terbaik atau berikan yang terbaik?

Bismillah,

Aku selalu bingung dengan dua kalimat itu. Ketika aku berfikir untuk menjadi yang terbaik itulah yang aku fikirkan selama ini. aku(harus) bisa menjadi yang terbaik untuk semua. Sekolahku, rumahku, orang tua ku. Tapi, kada(merasa) tak bisa. Jadi bingung.

Kalau menjadi yang terbaik, aku kadang juga berfikir “kan tiada gading yang tak retak?” Tentu, semuanya retak kecuali satu! Alloh yang maha semp[urna. Dan kali ini aku bilang, aku tak bisa.

Beberapa hari sebelum chreaphoria, aku di kejutkan dengan kalimat yang selama ini tak kusadari. “Berikan yang terbaik”. Selama ini aku hanya mendengar “Be the best” dan ternyata aku tak bisa. Tak ada yang bisa menjadi yang terbaik. Kalimat “berikan yang terbaik” muncul dari lisan pak eddy, pembina pmr sma muhammadiyah 2 ska.

“kalau kalian memberikan yang terbaik menurut kalian, kalian akan puas. cuba kalau kalian mengikuti kata orang, kata orang yang kamu kerjakan itu jelek. Kamu harus ikut dia. Kamu tak akan puas”, lanjut pak eddy.

Jadi, pilih mana? Menjadi yang terbaik (mustahil) atau memberikan yang terbaik?

Advertisements

12 comments on “(pilihan) Menjadi yang terbaik atau berikan yang terbaik?

  1. tergantung pemikiran kayaknya, kalo pemikiran seorang yang males kayak ane, mungkin akan memilih “memberikan yang terbaik”, kalo yang lain gak suka ya bodo amat !!!!
    Be your self !!!!

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s