Keliling Alun Alun Berujung Gramedia

Pagi yang segar nan sejuk ditambah dengan sinaran oranye yang menawan menghiasi hari ahad di kota kecil, surakarta. Dengan terkantuk kantuk aku memulai pagi dengan berjalan jalan dan bersantai ria berputar putar antara rumah mbahku yang satunya ke rumah mbahku yang satunya lagi. Kurang kerjaan? Bisa di bilang begitu.

Rencananya pingi online hotspotan pinjem laptop punyanya lek ku di rumah mbahku yang satunya, berhubung laptopku batreinya ga sampai 20 menit dan aku tak berniat membawanya. Tak ada stop kontak di sana. Tapi, qodarulloh lagi di penjem sama temenya. Ya sudah, tambah bingung aku mau bermain apa, mau melakukan apa. Apakah liburan ku ini akan berakhir membosankan?

Otakku terus berputar. Berpacu bak valentino rossi di area balapan untuk menemukan ide. Mungkin bukan ide brilian, tapi untuk mengobati keboosanan ku.

Aku melihat sebuah sepeda yang sebenarnya aku telah melihatnya semenjak aku masuk. Tpi aku tak pernah menghiraukannya. Dan akhirnya, aku ingin berspeda. Ya, aku ingin bersepeda melintasi alam solo, melwati alun alun dan terus dan terus berpacu dengan angin utnuk mendapatkan kepuasanย  sendiri.

Tepat pukul 08.00, semilir angin menghiasi keberangkatanku pagi itu dan mentari yang sudah meninggi serta cahayanya yang telah menyebar di santereo langit langit kota solo. Tak lagi gelap. Dan asap kendaraaan sudah mulai keluyuran di sana.

Tak ada tujuan. Aku hanya terus mengayuh sepedaku dan duduk diatas pedal yang sedikit keras. Aku mengamati sekeliling, mereka berkelompok. Aku? Sebatang kara, tak ada yang menemani. Enjoy aja.

melintasi alun alun, lewat mejid agung, katanya di sana ada kuburannya, namun tak menarikku untuk berkunjung tuk memastikan apakah bebar ada kuburannya. Berputar lagi, melewati singosaren plaza lurus terus ke monumen press. Lihat lihat koran. Banyak orang, terus aja lagi melewati sekolahku. TAk ada yang menarik.

Terus ku kayuh lagi, aku melewati gramedia. Belum buka. Lagi dan lanjjuut berputar kembali. Berolah raga. Terakhir aku bersepeda duatahun yang lalu.

Dan akhirnya, setelah berputar aku kembali ke gramedia. Sebelum masuk, aku lihat orang dengan jaket ada tulisan “jual Pulsa”. Ah, sayang, tanganku dan badanku tak mau berhenti. Kakiku masih ingin mengayuh sepeda. Tak ada foto. Hehe.

______

Advertisements

6 comments on “Keliling Alun Alun Berujung Gramedia

  1. eh bentar-bentar,. qodarullah apaan?, kok dipinjem?, celingak celinguk

    tenteram sekali sepertinya ya suasana seperti itu,. Jadi kangen sama kampung halaman kedua,. damai,.

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s