(Pilihan) Jalan tol atau jalan biasa?

Beberapa hari yang lalu, aku mendiskusikan sesuatu yang mengganjal di hatiku ke ummi. Jauh jauh hari, aku selalu memikirkan ini. Terlebih setelah ada yang memberi tahuku tentang kejelekannya dan aku mangut mangut aja. Setuju. He he. ๐Ÿ™‚

Intinya adalah, apakah les itu pembodohan ataukah pemintaran? Umn, aku mencoba ngomong ma ummi

“Mi, nek les itu bagus pa jelek?”, tanyaku.

“Bagus bagus aja, napa toh?”, jawabnya.

“Ndak nih loh, aku pernah denger cerita kalau nak yang di lesan kan dapat cara cepet. Pas UMPTN tuh, dia bisa lolos. Kemudian pas dapet tugas dari gurunya, dia ga bisa bisa. Lalu kelamaan gitu di DO”, jawabku menerangkan alasanku bertanya.

“emn, pas di leskan biasanya juga di kasih jalan cepet (aku ngulang lagi pernyataan ku), trus, banyak sih temen temen yang ga mudeng. Dia cuman ndengerin cara cepetnya dan merhatiin. Ga mudeng sama cara lambatnya. Pas di sekolah itu to, di marahin gitu ma gurunya.”, lanjutku.

“alah, itu cuman nakut nakutin saja”, sergahnya.

Aku juga saat ni sedang menempuh les di primagama kartosuro. Jauh sih dari rumahku, apa lagi dari sekolah. Jadi kalau pas les itu aku males malesan. Aku juga cari cari alesan untuk tidak les tahun depan dengan nanya gini, disamping untuk mencari penjelasan.

“Mungkin ada guru yang ga mau anak didiknya lebih pintar darinya, jadinya dia ngomong gitu, biar pada takut, dan tidak les. Toh di les, kamu juga di beri cara panjangnya yakan? Jadi, les ga salah”, lanjutnya.

Uh, apakah semua itu mirip pisau ya?

Les adalah alat, jika ia digunakan dengan bijak, dia akan bermanfaat. Tapi bila tidak di manfaatkan dengan bijak, ya malah bisa membunuh.

Jadi, aku tetap bersikeras untuk tahun depan untuk tidak ikut les,aku ingin jalan yang biasa, bukan jalan tol. Aku ingin waktuku tidak banyak habis utuk les, yang kemudian hari aku malas untuk belajar pelajaran sekolah.

Advertisements

14 comments on “(Pilihan) Jalan tol atau jalan biasa?

  1. Dulu pas sekolah kayanya rajin banget les ini itu. dari matematika sampai bahasa jepang. Soalnya ga mudengan kalo di sekolah. Di tempat les juga temennya banyak. Guru-gurunya lebih asik dibanding sekolah *yaeyalaaah…

    Udah, pokonya mau les mau ga yang penting belajar yang rajin. bentar lagi UMPTN. Semangat ya!

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s