Filed under cerpen

Dan Hanya KepadaNyalah Kita Kembali

Seorang berkata kepadaku : Dulu aku bepergian menggunakan mobil menuju Makkah. Di perjalanan, aku dikagetkan dengan kecelakaan mobil. Sepertinya kecelakaan itu baru saja terjadi. Aku adalah orang yang pertama kali sampai ke kecelakaan tersebut. Aku memberhentikan mobilku, kemudian aku segera bertolak ke mobil tersebut berusaha menyelamatkan orang yang ada di dalamnya. Aku berusaha untuk melihat … Continue reading »

Aku Berdendang dalam Cintamu

Aku bersafar ke provinsi di Utara Kerajaan Saudi…Dan setelah aku menyelesaikan ceramah, aku pergi ke daerah Selatan ke arah Provinsi Sikakal Jauf… Judul ceramah adalah “Kesalahan dan Duka Cita” seputar nyanyian… Setelah itu, datang kepadaku seorang dan  ceramah tersebut membekas di hatinya… Bersamanya anak kecil yang berumur 11 tahun…

Kaca Cermin (Pulau kecil diantara 3 Benua -editted)

Jemariku dengan lihai sedang menekan tuts tuts keyboard yang masih terlalu kasar agak empuk yang baru saja aku beli. Mataku tertuju tajam di setiap huruf yang menempel di tuts tuts keyboard itu, dengan sesekali melihat ke layar monitor yang terang agak menyakitkan yang sedari tadi aku terus menatapnya. Sedangkan kepalaku, masih semprawut belum di tata. … Continue reading »

Pulau kecil diantara 3 Benua (Part 2)

Bismillah, “Fazh, nek internetan gini loh caranya”, kata lekku kemudian. Aku terbengong bengong setelah ketakutanku dan kekhawatiranku apa yang terjadi. Ah, hanyalah mimpi aku kira. Tapi kemudian aku menepuk mukaku.

Pulau kecil diantara 3 Benua (Part 1)

Bismillah, Waktu itu, aku masih kelas 1 smp di sebuah pondok yang tak jauh banget dari rumahku sekarang. Aku disana cukup senang, walaupun tak bisa mengenal yang bernama teknologi. Tapi, pondoknya sudah berteknologi, sehingga aku sedikit bisa mengetahui dengan mencoba coba.

Ada mutilasi di kelas !

Malam yang indah buat semut semut. Bulatan purnama menghiasi malam itu. Seperti sempurna. Terangi malam yang gelap gulita. Bersandingkan bebintang, indah menawan hati.