Nasehat Kematian

Masih banyak, pemuda, namun berapa banyak pemuda yang telah mati, setelah sekian manusia ogah ogahan untuk menggapai maghfiroh dengan alasan “Ah masih muda” padahal, umur tinggal seujung jari.

Bismillah,

Malam dan siang selalu bergilir. Matahari dan Bulan pun bergilir. Begitupula kehidupan dan kematian, selalu saja bergilir.

Setiap detik, selalu ada kematian. Setiap detik pula, ada juga suara tangis bayi, entah di bagian bumi yang mana.

Sungguh, telah banyak saudara kita yang telah mendahulu. Dan berapa kali prosesi sholat jenazah dan pemakaman kita ikuti. Sudahkah membekaskan kepada benak tentang sebuah nasehat? Dimana para ulama menakutkan hal ini. Bukan karena cinta dunia, melainkan tentang amalannya didunia, apakah cukup tuk selamatkannya ataupun malah menjerumuskannya. Lalu, dimana kita dari mereka?

Kematian….

Datang terkadang didahulu dengan tanda tanda yang jelas, kadang pula samar.

Malah, betapa banyak manusia tertawa, beberapa detik kemudian dia tinggalkan hembusan akhirnya.

Berapa banyak orang sehat bugar, duduk bersila, nyawa sudah terbang.

Tidaklah terhitung lagi, ditengah foya nadi berhenti berdenyut.

Masih banyak, pemuda, namun berapa banyak pemuda yang telah mati, setelah sekian manusia ogah ogahan untuk menggapai maghfiroh dengan alasan “Ah masih muda” padahal, umur tinggal seujung jari.

Kabar gembira bagi mereka yang menyiapkan di umurnya untuk hari itu,

Dan kecelakaan bagi sebaliknya.

Kawan, kematian adalah pelajaran dan nasehat berharga bagi kita yang masih di karunia hidup.

Kawan, berapa banyak manusia yang tidak dapat merasakan pelajaran ini untuk meneguk nikmatnya bersusah di dunia dengan beramal, di malam ketika manusia kebanyakan disibuk dengan mimpi, malah mereka menjauhkan perut perut mereka dari kasur kasur tempat tidur mereka.

Kawan, kita semua kan mati. Setiap yang hidup pasti mati.Kecuali Dia, Alloh yang takkan mati. Dunia seisinya akan mati. Dan ketika kaki kaki bertautan.

Kawan, sudahkah kita persiapkan untuk hari itu. Hari pertama di kubur yang sangan menentukan. Dengan pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir dengan tiga perkara. Jangan sampai kita hanya berkata dalam menjawab “Aaah…. aaah… aaah, aku mendengar manusia mengatakannya begitu dan aku menirukannya” hingga di jawab “Dusta” dari langit. Sungguh merugi orang begitu.

Kawan, jangan bilang pertanyaan itu mudah tuk dijawab. Mungkin di dunia kita hapal diluar kepala, namun entah di alam barzakh. Pertanyaan itu adalah “siapa tuhanmu”, “siapa nabimu”, dan “apa agamamu”.

Benar kawan, kelihatannya sepele. Namun kenyataan bukan begitu. Ketiga hal tersebut hendaknya menancap kuat di hati kita dengan mempelajari dan mengamalkan agamaNya sebaik baiknya.

Hingga, disaat setelah dikuburkan, Rosululloh menyuruh kita untuk mendoakan si mayat agar Alloh memberinya kekokohan untuk menjawab pertanyaan kubur.

Kawan, kuburan adalah tempat pertama dalam perjalanan menuju Akherat. Sudahkah kita mempersiapkannya?

Kawan, air begitu deras mengalir, menghempas tepi tepi sungai, mengikis tepian.

Kawan, malam ini pukul 11 tadi kita melakukan prosesi pemakaman, dan terbenak di pikiranku hal diatas… Sudahkah kita persiapkannya. Dimana bekal kita?

Bukan berarti aku ingin menakuti dengan kematian. Tak akan ada yang bisa menghindarinya, kawan. Dan semua yang hidup pasti akan merasakan kematian.

Kematian….

Berapa orang yang sehat bugar, mati mendadak,

Berapa orang yang sakit, akan hidup lebih lama…

Berapa orang muda berfoya namun umur tinggal setanduk…

Padahal yang beruban lebih lama bertinggal…

Kematian…

Berapa banyak orang sedang berzinah, nyawa tak dikandung lagi.

Berapa banyak orang sedang berjudi, nafas tak berhembus lagi,

Berapa banyak orang sedang bertawur, darah mengucur, batok kepala merapat ketanah…

Kematian….

Berapa banyak orang sedang membaca alqur’an, kepala bertidur ke mushaf dan jantung tak lagi berdentang…

Berapa banyak orang yang sedang bersujud, dipanggil keharibaanNya..

Berapa banyak orang yang sedang bertasyahud kemudian tersungkur meninggal…

Berapa banyak orang yang berjihad di jalanNya, tangan kaki di tebas dan nyawa melayang…

Kematian…

Langkah pertama menuju perjalanan abadi…

Disusul dengan pertanyaan Mungkar Nakir…

Gembira untuk yang dapat menyahut dan tersahut dengan “Engkau jujur”

Celaka untuk yang tak dapat dann tersahut dengan “Engkau dusta”

Perjalanan masih panjang,

Bisa jadi tempat selanjut kebun yang luas ataukah lautan api…

Atau malah menyempit meremuk tulang dan mengacir…

Allohumma Tsabbitnaa…

Allohumma ighfirlanaa wali ikhwaaninalladziina sabaquunaa bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillallilladziina aamanuu robbanaa innaka antar RouufurrRohiim.

Ya Alloh, kokohkanlah kami…

Ya Alloh, ampunilah kami dan ampunilah kawan kawan kami yang telah mendahului kami dengan keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami dengki kepada orang orang yang berimana.. Robb kami, sesungguhnya Engkau adalah Pengampun lagimaha Penyayang..

10 comments on “Nasehat Kematian

Kesan Dan Pesannya Kawan ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s